Pages

ketik, untuk mencari sesuatu

Wednesday, August 15, 2012

Modifikasi Honda Astrea 800

Modifikasi Honda Astrea 800, 1982 (Jakarta)

honda astrea 800 modifikasi
Ini dia aliran Street Cub yang lagi menjamur. Ya, seperti modifikasi Honda Astrea 800 milik Roy Yardin ini. “Street Cub ubahan yang simpel. Tetap mengandalkan rangka utama, tapi dengan sedikit sentuhan sudah bikin tampilan lebih fresh,” sebut Roy.

Ngomongin ubahan mesin, tak sedikit dari penyuka modif yang engine swap alias tukar mesin pakai Honda Supra X125. Tetapi, ini kali Roy ingin tetap mempertahankan mesin standar.

Tetapi, bukan tak beresiko Roy mempertahankan mesin standar. Sebab, berbuntut pada posisi gir depan dan belakang yang enggak center karena pemakaian swing arm baru.

Maklum, meski usia motor tergolong tua tapi kaki belakang ingin tampil muda. Maka itu, roda belakang dijejali ban lebar. Tetapi, dengan arm standar, tentu enggak bisa. Maka itu, kudu ganti. Lengan ayun pakai milik Honda Mega Pro. Efeknya, posisi gir belakang lebih ke luar.

honda astrea 800 modifikasi
"Sebetulnya kalau mau gampang, tinggal beli mesin Supra X125 aja. Jadi, enggak ubah bushing gir segala. Tapi, sesuai permintaan Roy, tetap mempertahankan mesin asli,” ujar Adityawan, builder dari bengkel Newspeed Garage yang bermarkas di Jl. H. Zainudin, No. 27, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Agar gir depan dan belakang tetap center alias lurus, posisi gir depan dibuat lebih keluar. Untuk pemasangan ganjelan gir, Didit yang ditugaskan untuk mengubah tampilan Honda bebek 800 ini mengandalkan beberap gir yang sudah tidak terpakai alias bekas.

Kini setelah ketemu solusinya, ubahan roda yang juga jadi syarat utama agar tampilan bebek lawas ini lebih liar, bisa lebih dimaksimalkan. “Saya pasang pelek belakang ring 17 inci dengan lebar 3 inci. Sedangkan pelek depan, pasang yang 2,15 inci. Semua pelek pakai bahan aluminium,” timpal Roy.

Beres dengan kaki-kaki, kini Roy dan Didit tinggal fokus di bagian kemudi. Enggak perlu repot seperti akali gir agar center, setang pun tinggal caplok milik Kawasaki Ninja 150. Biar makin terlihat fresh dan beda, maka keseluruhan konsep ditutup pakai lampu variasi bergaya klasik produk aftermarket.

DATA MODIFIKASI:
Ban depan : Mizzle 2,50-17
Ban belakang : Duro 130/70-17
Pelek depan : 2,15-17
Pelek belakang : 3,00-17

Referensi: http://motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Sepeda Motor Bebek Injeksi Kencang dan Irit Jupiter Z1
Spesifikasi Yamaha Jupiter Z1
Modifikasi Yamaha New Jupiter Z1
Honda Racing School, Sarana AHM Siapkan Pembalap Masa Depan
Cara Melakukan Pemesanan Jasa Konveksi
Modifikasi Honda C70
Jasa Konveksi Murah Berkualitas
Modifikasi Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea Grand
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Sunday, July 15, 2012

Honda Racing School, Sarana AHM Siapkan Pembalap Masa Depan

honda racing school
PT Astra Honda Motor (AHM) mulai menggelar kembali Honda Racing School (HRS) untuk menyiapkan pembalap masa depan Honda dari Indonesia yang berprestasi di tingkat nasional maupun international.

AHM terus menunjukkan komitmennya mengembangkan olah raga balap motor di Tanah Air. Selain mensupport tim balap di ajang balap nasional dan secara rutin menggelar kegiatan One Make Race (OMR), produsen dan distributor motor Honda ini juga rutin mendidik dan menggembleng para pembalap muda melalui program HRS.

Program HRS yang memasuki tahun ketiga ini sudah terkoneksi dengan Suzuka Racing School Jepang yang menjadi tempat pembinaan balap berikutnya. Pada tahap awal, AHM melakukan rekrutmen siswa melalui beberapa cara antara lain merekrut pembalap muda berbakat di ajang OMR dan Kejurnas, menyeleksi calon pembalap usulan Main Dealer dan tim balap lain yang disupport AHM.

Setelah melakukan seleksi dan penilaian, AHM akhirnya hanya memilih 11 anak berbakat berusia di bawah 15 tahun dari berbagai kota di Indonesia untuk dilatih dalam HRS ini.

Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM mengatakan di beberapa negara seperti Spanyol dan Jepang, Honda memiliki sekolah balap khusus. HRS di Indonesia ini diharapkan bisa menjadi sarana pendidikan dan praktik bagi pembalap belia di Tanah Air.

“Kami ingin HRS Indonesia bukan sekedar tempat penyalur hobi tapi akan menjadi kawah candradimuka bagi pembalap Honda di masa depan, ” ujarnya.

Selama di HRS, para pembalap muda Honda mendapatkan materi class lesson dan praktek mulai dari cornering, racing line, dan lap time practice. Hasilnya dianalisa dalam riding review. Setelah itu, mereka akan kembali melakukan lap time practice lagi sebelum akhirnya hasil pengetahuan dan eveluasinya akan dipraktekan dalam mini race.

Pada HRS 2012, para siswa tidak hanya mendapatkan dasar-dasar balap secara umum, tapi juga dasar pengetahuan balap nasional sehingga mereka akan lebih fokus pada kondisi riil balap di Indonesia, seperti mempelajari pola, karakter sirkuit dan gaya balap yang ada di level nasional.

Selama proses latihan yang mempergunakan sepeda motor Honda Blade, mereka akan didampingi oleh dua instruktur yang berpengalaman yaitu Hokky Krisdianto dan Dedi Fermadi. Keduanya merupakan pembalap nasional handal untuk jenis motor bebek yang beberapa kali menjadi juara nasional. Berbekal pengalaman, keduanya diharapkan tidak hanya dapat mentransfer dasar pengetahuan balap kepada para siswa tapi juga mengajarkan keterampilan balap yang sesuai dengan suasana pertandingan di ajang kejuaran balap nasional.

“Para siswa ini akan memulai balap di arena nasional dulu sehingga kehadiran pelatih balap yang berpengalaman di kejurnas Indonesia akan sangat bermakna buat siswa HRS.”

Referensi: astra-honda.com

Informasi Menarik Lainnya:
Cara Melakukan Pemesanan Jasa Konveksi
Modifikasi Honda C70
Jasa Konveksi Murah Berkualitas
Modifikasi Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea Grand
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, July 2, 2012

Modifikasi Honda C70

Soal membangun motor lawas jadi terlihat modern, tentu saja bukan hanya soal mesin. Soal bodi menjadi perhatian utama. Betul! Seperti yang dilakukan Aditiawan dari Newspeed Garage di Radio Dalam, Jakarta Selatan. "Langkah pertama yang dilakukan up grade bodi yang sudah keropos di beberapa bagian," buka pria yang nengok dipanggil Didit ini.

Bodi yang keropos dikerok, diampelas lalu dilas ulang. Setelah tampilan bagian yang keropos oke, lanjut ke bagian arm. "Diset ulang, diganti punya Honda Mega Pro yang diubah di beberapa bagian," lanjut Didit lebih rinci.

Arm besi diganti aluminium. Lalu sedikit dipendekin dan dibuatkan bushing baru yang lebih besar. Baut as aslinya 10 mm diperbesar jadi 12 mm. Hal ini untuk mengantisipasi agar bisa menahan ban besar yang hendak dipasang. Lalu agar center diatur berdasarkan bushing.

Sokbreker pun sedikit dimundurkan agar kemiringannya pas. "Miring sekitar 15 derajat, menyesuaikan arm belakang," tambah pria yang sudah puluhan tahun di dunia modifikasi ini.

Yang lebih penting lagi sokbreker depan. Sebab jarak sok depan kanan dan kiri sangat kecil. Untuk memasang ban lebar, jarak sok kanan dan kiri harus diperlebar. Dibikin lebih 3,5 cm dari standarnya.

Kemudian bro dari Jl. H. Zainudin No. 27, Radio Dalam, Jakarta Selatan ini menjarah setang. Digusur dengan setang Ninja R. Agar tidak terlalu baplang, bagian luar sedikit dipapas sekitar 6 cm di sisi kanan dan kiri. Supaya tidak ada kabel berseliweran, di setang dibuatkan lubang untuk memasukkan kabel. Untuk menempelkan sakelar, dibuatkan dudukan kecil untuk sakelar lampu-lampu. Walau minimalis, safety tetap dijaga.

DATA MODIFIKASI :
Ban depan : Duro 250/70-17
Ban belakang : Duro 130/70-17
Knalpot : Custom
Pelek belakang : Rossi 3,5 x 17
Newspeed Garage : 0812-8222-7087

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Jasa Konveksi Murah Berkualitas
Modifikasi Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea Grand
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, June 4, 2012

Modifikasi Honda Astrea Grand

Modifikasi Honda Astrea Grand (Tangerang) honda astrea grand bore-up | honda astrea grand 2 silinder | honda astrea grand modifikasi Honda Astrea Grand, Bebek Dua Silinder 218 cc!

Pertemuan dengan Honda Grand ini cukup unik. Jam 12 malam di Jl. Ciledug, Tangerang tiba-tiba terdengar suara seram raungan motor sport. Sepintas minimal 400 cc ke atas. Begitu berlalu, ternyata motor cebol yang aslinya 97 cc.

Penasaran, langsung dikejar dan untungnya doi masuk SPBU. Wow.. ternyata mesin bebeknya berkepala dua alias mengusung duo head. Dari obrolan kecil dengan Haryanto yang punya motor, janji ketemu di O’N25 Oji Motor yang specialis bikin motor jadi 2 siinder.

Mesin yang dianut segaris. Tidak mengikuti tren yang sudah banyak diadopsi, yaitu konfigurasi V atau V-twin engine. Biar jelas, scrutineering pun dilakukan. Guna membuktikan memang dua silinder dan berfungsi maksimal.

Di kepala silinder tidak mengalami penggabungan. Head dibikin terpisah satu sama lain. Sehingga keduanya memiliki rante keteng dan kem sendiri-sendiri. honda astrea grand bore-up | honda astrea grand 2 silinder | honda astrea grand modifikasi Kedua piston digerakkan 2 kruk as Grand yang digabung. Sistem penyatuan kruk as sederhana. Bandul kruk as kanan dilubangi. Sementara kruk as kiri dari as yang menuju kopling dimasukkan ke lubang itu. Kemudian dipres dan di las titik. Tentu sebelumnya as itu dipotong dulu.

Laher kruk as dipasang 4 biji. Dua di kanan-kiri dan 2 di tengah. Di tengah kruk as juga dipasangi gir timing untuk rantai keteng silinder kanan.

Kemudian dibuatkan crankcase baru. “Crankcase terbuat dari almu batangan yang dibentuk ulang dengan cara dicetak lalu dibubut,” jelas Rizky Fauzi, sang mekanik yang punya ide hebat ini. Mesin jadi molor sekitar 9-10 cm ke sebelah kiri.

Crankcase baru ini sudah dilengkapi dudukan bearing kruk as tengah. Juga dibentuk menggunakan las babet dan argon. Kemudian finishing menggunakan mesin milling agar bisa dipasangi dua silinder milik Grand.

Silinder blok diisi seher Kawasaki Kaze standar. Diameternya 53 mm. Dipadukan dengan stroke standar Grand 49,5 mm. Satu silindernya jadi 109,2 cc. Karena 2 silinder jadinya 109,2 x 2 = 218,4 cc.

Pengapian Grand ini hanya menggunakan 1 pulser dan 1 CDI kepunyaan Shogun. Kabel dari CDI dibikin cabang 2, untuk 2 koil Jupiter. Dan diteruskan ke busi yang juga jadi 2. honda astrea grand bore-up | honda astrea grand 2 silinder | honda astrea grand modifikasi Atur Suara

Kalau 2 silinder bekerja berbarengan dengan proses kerja yang sama, suara mesin biasa saja. Seperti 2 motor 1 silinder hidup bareng.

Agar suara seram seperti moge, proses kerja silinder kiri dan kanan dibikin beda. Piston di kanan sedang kompresi, sementara piston di kiri sedang proses langkah buang.

“Meski seher naik-turun bareng, suara yang dihasilkan mesin jadi bergantian karena ledakan pembakaran antara silinder 1 dan 2 berbeda,” terang Fauzy dari Jl. KH Hasyim Ashari, Gondrong Kenanga No. 16, RT 004/01, Cipondoh, Tangerang.

DATA MODIFIKASI :
Knalpot: Performance
Karburator: Karisma
Intake manifold: Karisma
Telepon : (021) 4520564

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Sunday, June 3, 2012

Modifikasi Honda Supra X 125

Modifikasi Honda Supra X 125, 2005 (Jakarta)

honda supra x 125 modifikasi
Honda Supra X125, Sexy dan juga Sporty

Ketika jalan bersama pacar tercinta, tentu ingin kekasih hati tampil mempesona. Meski, jadi lirikan pria-pria lain yang melihatnya. Ini juga yang diinginkan Albertus Hasan dari Honda Supra X125 pacuan hariannya.

Pria yang berdomisili di daerah Jakarta Pusat ini, ingin Supra X125 keluaran 2005 kesayangannya itu jadi lirikan. Solusinya, ‘keluar’ dari tampilannya yang standar lewat modifikasi. "Hasan tetap ingin pertahankan genre bebek. Maka itu, permainan modif sebatas bodi belakang dan kaki-kaki saja,” ujar Evnu Prastowo dari workshop Thole Motor (TM) di Jl. Serdang Baru Raya, No. 7, Jakarta Pusat.

Evnu yang juga akrab disapa Thole ini, juga bikin bodi belakang Supra jadi lebih jenjang tapi langsing. Permainan fiberglass sebagai pengganti bodi standar dilakukan. "Desainnya hanya membuat tampil lebih sporty lewat jok bertingkat seperti di moge supersport,” jelas Thole. Malah, bodi ini juga dikombinasikan dengan bodi tengah standar milik Supra. Jadi, basic bebeknya tetap dominan.

Sebenarnya, bodi yang baru ini juga mengimbangi kaki jenjang yang diaplikasi. Pakai swing arm aftermarket buat Yamaha V-ixion, sumbu roda melar hingga 7 cm. “Karena Hasan juga ingin pakai monosok. Jadi, sekalian aja ambil arm aftermarket yang sudah ada stabilizer-nya,” kata modifikator yang juga gape modif pacuan sport.

DATA MODIFIKASI :
Ban depan : Corsa 80/80-17
Ban belakang : Corsa 120/70-17
Monosok : Yamaha Jupiter MX135 LC
Pelek belakang : Axio 3.5 X 17
Thole Motor : 0811-872325

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Saturday, June 2, 2012

Modifikasi Honda New Blade

Modifikasi Honda New Blade 110, 2012 (Medan)

honda blade road race | honda blade balap | honda blade modifikasi
Seting kem mengikuti pola sirkuit menentukan kemenangan. Seperti di Honda Blade Yogi Hermana, rider tim Honda Intrac Enduro KYT Medan (HIEKM). Ketika geber di Sirkuit Pancing dalam ajang Honda Racing Championship (HRC) Medan, durasi kem dibikin sempit.

Durasi sempit sanggup meraih toreh-an waktu 57,9 detik. Membuat Yogi jadi gerbong yang bisa mengikuti Owie Nurhuda, rider Honda MS Nissin Top-1 KYT FDR Denso TDR, Jakarta. Owie juga turun di HRC Pancing. Sebagai rider pembanding pembalap Sumatera. Khusus di Medan, motor disebut kereta. Kalau balapan motor, berarti balapan kereta.

Khusus di Sirkuit Pancing, Bambang seting timing camshaft lebih rendah dibanding lintasan non permanen. Klep isap membuka 33 sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 57 sebelum TMB (Titik Mati Bawah). Total durasi klep in 270.

Sedangkan katup buang diset membuka 57 sebelum TMB dan menutup 34 derajat setelah TMA. Total durasi klep buang 211. Angka ini lebih kecil dari biasanya yang dibuat 274.

“Durasi kecil, problemnya memang putaran atasnya jadi enggak jalan. Mungkin mesti diatur lagi. Tapi, enak dipakai akselerasi,” kata Bambang yang menggunakan Mikuni TM24 dengan memasok pilot-jet 30 dan main-jet 160.

Kondisi durasi yang terlalu sempit membuat Blade Yogi susah mencapai top speed tinggi. Tapi, enaknya lebih cepat keluar tikungan sehabis ngebrake abis.

“Berbeda dengan Blade pacuan Owie. Durasi kemnya tinggi. Walau harus gatung rpm karena power terletak di gasingan menengah-atas,” kompak Yogi dan Bambang.

Perbedaan durasi kem yang diset Bambang enggak mengubah banyak kompresi. Di Pancing kompresi dibikin 12,7:1, sedangkan di sirkuit non permanen paling tinggi 12,9 : 1. Bagi Bambang dengan kompresi segitu mesin Blade akan aman.

head blade | piston blade
Hasilnya balapan MP2 menempatkan Yogi posisi ke-2 di bawah Owie. Hitungannya Yogi jadi rider tercepat dari Sumatera di HRC Pancing. Ini berkat jadi gerbongnya Owie.

BUKAN RANGKANYA

Owie Nurhuda memainkan Honda Blade di Sirkuit Pancing, Medan, yang panjangnya 1,25 km seperti menari. Berbeda dengan rider asli Medan yang kesulitan dengan trek permanen penuh camber positif.

Rider lokal menyangka rangka Blade milik Owie dibikin khusus. “He..he..he... Enggak tuh. Lihat aja sendiri rangka masih standar. Yang penting tahu racing linenya dan mesin diset putaran menengah-atas. Sirkuit permanen enggak butuh rem abis. Sedikit aja ngebrakenya,” urai Owie yang asli Sumedang, Jawa Barat itu.

DATA MODIFIKASI :
Ban depan : FDR 90/80-17
Ban belakang : FDR 80/90-17
CDI : BRT
Piston : FIM 51,25
Gir: 14/41

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, May 1, 2012

Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru

supra x 125
PT Astra Honda Motor (AHM) merilis warna dan striping baru Honda Supra X 125. Desain terbarunya ini diyakini lebih tajam dan sporty untuk memperluas penetrasi ke segmen anak muda.

Marketing Director, PT AHM Margono Tanuwijaya meyakini perubahan tampilan Honda Supra X125 ini dapat memenuhi keinginan pengguna sepeda motor, yang berorientasi pada tampilan sporty dan agresif seperti motor balap. Selain peremajaan tampilan, AHM juga menambah dua warna baru yaitu biru dan hijau.

“Kami optimistis tampilan baru Honda Supra X125 ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat karena motor ini praktis dikendarai, hemat bahan bakar, tangguh, dan berkarakter motor sport,” ungkap Margono Tanuwijaya.

Konsep warna dan striping baru ini untuk mempertahankan desain sporti dinamis yang ada saat ini. Tampilan lebih dinamis bisa dilihat pada tipe spoke wheel dan kesan racing pada tipe casting wheel.

Bebek yang mengusung fitur Secure Key Shutter, Rear Disc Brake dan Combined Analog-Digital Speedometer ini akan dipasarkan Rp 14,55 juta on the road Jakarta untuk tipe spoke wheel atau pelek jari-jari. Pilihan warnanya ada tiga, Glorious Blue, Precious Green, dan Furious Red.

supra x 125
Sedang varian Cast Wheel akan dipasarkan dengan harga Rp 15,6 juta on the road Jakarta. Pilihan warnanya ada 4 yaitu Glorious Blue, Precious Green, Mysterious Violet dan Furious Red.

Dengan penyegaran ini Honda mengharapkan penjualan hingga 35.000 unit per bulan. Sedang untuk penjualannya, di awal tahun 2012 telah mencapai hasil yang menggembirakan. Data penjualan yang dirilis Honda selama Januari-Maret 2012 mencatat angka 133.691 unit.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, April 24, 2012

Modifikasi Honda Supra X 125

Modifikasi Honda Supra X 125, 2012 (Jakarta)
honda supra x 125 road race | honda supra x 125 balap | honda supra x 125 modifikasi
Di seri kedua Honda Racing Championship (HRC) di sirkuit Kemayoran akhir pekan lalu (14-15/4), ada yang berbeda di paddock Astra Motor Racing Team (ART). Salah satu motornya yang turun di kelas MP 1 bebek tune-up 125 cc bisa balap tanpa karburator!

Mustahil? Tentu tidak, kan sudah diganti pakai injeksi bahan bakar heee.. "Iya, kita sedang coba pakai injeksi," buka Benny Djatiutomo, tuner andalan ART yang juga pentolan Star Motor.

Sedikit kilas balik, sejak tahun lalu Star Motor sudah meriset tunggangan balap berinjeksi. Saat itu masih pakai Yamaha Jupiter Z meski belum dipakai turun balap. Di Honda, peralihan teknologi dari karburator ke injeksi bisa lebih cepat karena melanjutkan riset tahun lalu.

Untuk komponen yang digunakan, Star Motor mengaku lebih suka gado-gado. Beberapa komponen comot dari sistem injeksi dari Supra X 125, ada dari CBR 250R, ambil produk keluaran Keihin dan percaya pada ECU keluaran Vortex.

Komponen dari Supra X 125 kebanyakan berupa sensor. Part-nya comot dari sistem injeksi Supra X 125 generasi ke tiga. Yang dipakai mulai dari crankshaft position sensor, engine oil temperature dan manifold absolute pressure (MAP).

ECU Vortex full programmable untuk CBR 250R dan fuel pump dengan wadah khusus
Sedang throttle body dan isinya dari Keihin. Diameter throttle 28 mm sesuai regulasi bebek tune up 125 seeded. Throttle body ini dipasang lengkap dengan throttle position sensor dan air temperature sensor.

Untuk fuel pump dipilih bawaan Honda CBR 250R. Tempatnya dibuatkan wadah baru berupa tabung di depan tangki. "Tangki asli Supra X 125 yang ada fuel pump-nya kan di belakang, padahal sasis kita tangkinya sudah pindah posisi ke depan. Makanya dibuatkan fuel pump baru," jelas Ade Rachmat, manager teknik ART pada fuel pump yang memiliki tekanan sekitar 38 psi ini.

Tekanan dari fuel pump diteruskan ke komponen penyemprot bahan bakar yang menggunakan injektor bawaan CBR 250R. Yang unik, posisinya bukan di intake tapi diletakan di luar tepat di depan moncong throttle body.

"Sudah riset beberapa posisi. Untuk sekarang, ini yang paling bagus pengabutannya," lanjut Ade yang juga jago oprek mesin mobil ini. Untuk meletakan injektor diluar, tim dari Star Motor sampai harus membuat sendiri corong throttle dan bracket-nya.

injektor | throttle body supra x 125

Sedang otaknya, dipilih ECU Vortex full programmable untuk CBR 250R. "Karena programmable, pasang di mesin Supra X 125 enggak masalah," beber Benny Djati. ECU Vortex ini bisa mengatur kinerja semua sensor untuk menentukan timing dan jumlah semprotan bahan bakar sekaligus waktu pengapian.

Istimewanya, ECU ini juga bisa menyimpan 10 mapping dan punya tiga setingan manual untuk putaran bawah, tengah dan atas. Pada saat darurat, ketika dirasa mapping kurang enak bisa langsung disempurnakan dengan memutar setingan manual tadi tanpa membuka software di laptop.

Sayangnya pada penampilan perdananya kurang maksimal meski sebenarnya sudah kompetitif. Di race pertama, motor terasa brebet di putaran bawah. "Padahal atasnya sudah enak," kata Wawan Hermawan sang pilot yang dipercaya ngegas bebek injeksi ini.

Saat jeda menunggu race kedua baru ketahuan kalau sensor MAP-nya justru bikin setingan berubah-ubah. Kevakuman dari dalam ruang bakar sudah tinggi, MAP malah bikin ngaco. Akhirnya MAP di non aktifkan lewat ECU. Hasilnya menggembirakan!

Start dari posisi 18, Wawan Hermawan langsung melejit ke posisi 7. Tapi apes, karena terlalu bernafsu, over power membuat pembalap bernomor start 19 ini slide dan terjatuh. Apes..

honda supra x 125 road race | honda supra x 125 balap | honda supra x 125 modifikasi

Power Naik 1 hp

Mengantisipasi sistem injeksi bermasalah saat lomba, motor ini diseting dengan mesin yang sama seperti versi karburatornya. Semuanya sama persis dari klep, durasi kem hingga pilihan gear ratio.

Meski cuma ganti karburator ke injeksi peningkatan tenaganya lumayan. "Naiknya sekitar 1 hp jadi 23hp. Torsinya juga naik dari 14 Nm jadi 15 Nm," bangga Ade.

Data Modifikasi:
Piston: Daytona
Knalpot: AHM
Sokbraker: Ohlins
Pelek: Racing Boy
Ban: FDR

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Sunday, April 22, 2012

Oil Cooler

Oil Cooler Buat Balap
Oil Cooler Buat Balap, Suhu Stabil Jadi Hemat

Latah BBM naik, pemasangan oil cooler di motor harian bisa bikin hemat BBM. Karena suhu mesin lebih stabil dan adem. Mesin tak ngempos dan part jadi awet!

Di motor balap part ini, dipasang di kedua Honda New Blade spek MP2 milik Astra Motor Racing Team (AMRT). Hasilnya, suhu mesin lebih stabil. Bisa dilihat dari data logger sebelum dan sesudah pakai oil cooler. Ketika main di IP seri pertama di Sentul, suhu mesin Blade bisa mencapai 166º celcius. Itu belum pakai, lho.

Tapi, ketika aplikasi oil cooler di ajang HRC seri awal di Cimahi, Jawa Barat, suhu maksimal bermain di 129º celcius. Apalagi, suhu udara saat itu bisa 35º. “Penurunan suhu cukup signifikan. Performa mesin jadi terjaga. Tapi, sebenarnya tak hanya power, part lain juga jadi awet,” ungkap Benny Djatiutomo, pemilik sekaligus tunner tim AMRT.

Oil Cooler Buat Balap

Terutama yang berkaitan dengan karet-karet. Misalnya, karet tensioner atau karet cover silinder head. Tak ada rembesan oli yang keluar. Juga linner pun cenderung bersih seperti tak ada gesekan.

Tapi yang menarik, pemasangan! Pria akrab disapa Pa’e itu mengaplikasi posisi slang menghadap ke sisi atas. Sementara, biasanya posisi slang menghadap bawah. Ambil contoh di Suzuki Satria FU150.

Tentunya ada maksud dan tujuan. “Ketika menghadap bawah, butuh waktu untuk oli naik ke oil cooler. Itu juga masih tanda tanya. Apakah semua jalur terisi semua. Tapi, kalau pemasangan yang saya lakukan, oli sudah ada di atas. Jadi, oli baru hanya mendorong dan bersirkulasi. Pendinginan juga lebih bagus,” sebutnya.

Aplikasi metode ini, oli mesin yang dipakai juga tak perlu banyak dituang di bak kopling. Caranya, oli mesin tepat pakai sesuai anjuran. Misal, 800 – 900 cc. Lalu, di oil cooler juga disuntik sekitar 150 cc. Ditotal keduanya, bermain dikisaran 1,1 liter.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Friday, April 13, 2012

Modifikasi Honda New Blade 110R

Modifikasi Honda New Blade 110R, 2012 (Pandeglang)

honda new blade grasstrack | honda new blade balap | honda new blade modifikasi

Honda New Blade 110R 2012 milik tim grasstrack MPS Honda Banten KYT IRC AHRS (MHBKIA) diracik Adli Yulizar Songa, tunner papan atas balap aspal. Songa, panggilan top Adli Yulizar Songa, pakai jurus kodok. Tarik nafas…jongkok…seep….lompat seperti katak. Wah, maaf bukan begitu maksudnya.

Jurus kodok yang dipakai Songa meracik rumus Blade road race diterapkan ke grasstrack yang balapan di tanah. Seperti kodok, kan yang doyan pindah tempat dari air ke tanah. Kodok pun pas di air mengandalkan teknik berenang, tapi pas di darat dia melompat. Huuups!

Sebenarnya ramuan Songa yang memang juga menggarap Blade di IndoPrix enggak berbeda jauh dengan Blade yang dipakai F. Chimon, grasstracker MHBKIA. Ada Honda Blade yang dipacu Owie Nurhuda di Indoprix dan HRC (Honda Racing Championship) juga racikan Songa. Secara hitungan, menurut Songa, hanya beda di rasio.

Durasi noken as klep in-out 275. “Bedanya juga di kompresi dan rasio girboks. Sisanya sama kayak Blade buat IndoPrix,” beber Songa yang bermarkas di Joglo, Tangerang.

head honda new blade balap

Memang, patokan simpelnya kompresi tinggi dibutuhkan untuk torsi maksimum. Supaya putaran mesin ditransfer ke ban belakang sanggup menggigit tanah. Perbandingan kompresi yang biasa dirancang Songa untuk Blade balapan aspal 13 : 1. Sedangkan kompresi Blade yang dipakai Chimon juga 13 : 1.

“Ini belum terhitung tinggi karena masih pakai magnet standar. Kalau sudah pakai magnet racing, bisa dinaikkan lagi,” kata Songa yang asli Betawi itu.

shockbreaker kayaba racing

Keuntungan menghasilkan torsi yang besar bukan cuma kompresi yang tinggi. Tapi, dapur pacu Blade yang dipakai di kelas bebek modifikasi 4-tak itu bisa jadi 129,4 cc. Blade yang dipakai untuk road race setingkat IP2 di IndoPrix mentok di 115 cc.

Selain kompresi yang lebih tinggi, perbandingan gigi diracik ulang. Rasio girboks Blade untuk balapan aspal gigi 2 18/29, 3 21/25 dan gigi 4 23/23. Sedangkan perbandingan gigi girboks di Blade yang dipakai Chimon, gigi 2 17/30, gigi 3 20/28, gigi 4 22/25.

Jadinya, rasio di Blade untuk grasstrack dibikin enteng dibanding Blade yang dipakai untuk road race. Putaran mesin berat supaya sanggup menggaruk tanah secara maksimal. “Gigi 1 tetap standar karena cuma buat start di awal aja,” urai Songa.

Hasilnya Blade yang dipakai F. Chimon terkencang di Kejurnas Grasstrack Region I, Seri I, Pangdeglang. Mendominasi jalannya balapan. Sayangnya, di moto 1 bebek 4-tak modifikasi senior, bearing noken-as hancur. Padahal, Blade yang dipacu Chimon sudah melesat sendirian tak terkejar.

Tapi, di moto 2 Chimon sukses kembali meninggalkan pembalap lain sejak lap pertama sampai akhir. “Itu kesalahan waktu pemasangan. Bearing noken as harus dikencangkan pakai kunci momen. Kalau kelebihan torsi, bearing gak bakal tahan,” ujar Songa berapi-api.

Jangan lupa knalpot juga salah satu bagian pendukung Blade Chimon. “Baru dipakai pas seri 1 kemarin kejurnas di Pandeglang,” tutup Chimon yang asli dari Bandung.

DATA MODIFIKASI :
Ban belakang : IRC 70/90-19
Ban depan : IRC 90/100-16
Knalpot : AHRS
Swing arm : KTM 250SXF
Sokbreker belakang : KYB

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Thursday, April 5, 2012

Adu Kecanggihan Shockbreaker

shockbreaker | suspensi | Adu Kecanggihan Shockbreaker

Salah jika beranggapan road race cuma mengadu kencang mesin atau pembalap jago dengan nyali tinggi. Justru balapan di sirkuit yang berliku-liku juga mengadu ketenangan. Sebab, besar tenaga, tinggi putaran mesin dan secanggih apapun si joki, belum jaminan juara. Mereka malah bakal jumpalitan jika motornya tidak bisa tenang. Diam dari getaran dan anteng dari guncangan. Makanya, perang suspensi (shockbreaker) juga terjadi di arena balap.

Adu ketenangan motor sudah jadi pokok dari semua usaha mekanik dan pembalap. Suspensi pengaruh banget saat menikung. Kecepatan saat masuk atau keluar tikungan sangat tergantung suspensi. Dan suspensi juga harus disetel sesuai gaya balap si joki dan karakter sirkuit.

Perang suspensi yang sejak dulu terjadi, pun terlihat pada seri I IndoPrix 2012 di Sirkuit Internasional Karting, Sentul. Masing-masing tim memilih sendiri obat penenang motor mereka.

Benny Djatiutomo yang kini di Honda, amat percaya performa Ohlins. Sejak lama ia memakai peredam kejut bikinan Swedia itu. Sokbreker belakang yang semula dipakai di Jupiter-Z dan kini pindah ke Supra dan Blade.

Tapi, sebab Ohlins gak bikin sokbreker khusus bebek balap, Benny pesan setelan khusus dari produk yang ada. "Valvenya dimodifikasi biar mekanisme rebound dan compress sesuai kebutuhan motor bebek dan pembalapnya. Itu pun, disetel lagi agar pas dengan gaya rider dan sirkuitnya," urai bos tim Honda, Astra Motor Racing Team yang dibela Denny Triyugo dan Wawan Hermawan.

Dari Yamaha, banyak model suspensi bisa dipilih tim-tim Garputala. Kayak Daytona dan YSS. Salah satu tim yang sukses di seri I IP, Yamaha Yonk Jaya pilih sokbreker belakang YSS tipe 280 TRW seharga Rp 14 juta. "Pernya bisa gonta-ganti. Ada per hard, medium dan soft," jelas Sui Kiong alias Koh Yonk, si bos tim.

YSS 280TRW punya tabung yang di dalamnya punya 2 rongga isi gas untuk atur kekerasan. Hendriansyah dan Irwan Ardiansyah pun percayakan Jupiternya pakai produk Mitra 2000 ini.

"Nyetelnya pun gampang. Tombol bawah untuk rebound ada 64 klik. Tombol atas mengatur kekerasan kompres," jelas Heru K. T., mekanik Yonk Jaya yang menyetel rebound di klik ke 36 untuk besutan Sigit P. D., dan Florianus Roy saat di Sentul Kecil kemarin.

Lain tim Kawasaki Manual Tech, asuhan Ibnu Sambodo yang pakai Daytona tipe A1024. Ia ogah dipusingin fitur di sokbreker buat Edge milik Yudhistira dan Gupito Kresna. "Seting rebound dan compress penting dan berguna. Tapi, saya diajari mekanik Showa. Di bebek, yang penting kekerasan per fork dan sok sudah pas, cukup!" ujarnya.

Daytona A1024 sangat simpel. Kekerasan per bisa disetel dengan putaran tahanannya. Kalau rebound dengan memutar klik di bagian bawah sokbreker.

Terakhir, tim Suzuki Cargloss AHRS. Si joki tunggal, Harlan Fadhillah dibekali sokbreker canggih dari Showa-Yoshimura. Menurut Hasyim Sonedi yang menukangi tunggangan Harlan, sokbreker ini aslinya bikinan Showa. Tapi, kemudian dimodifikasi lagi Yoshimura.

"Sokbreker ini lebih mudah disetel. Kekerasan per dan valve di tabungnya juga sudah disesuaikan dengan karakter pasar senggol dan bobot motor bebek. Juga punya beberapa pilihan kekerasan per, kayak Ohlins dan YSS," jelas Hasyim.

Yang mencengangkan, ada kabar, suspensi Showa-Yoshimura ini menguras dana tim Suzuki Cargloss AHRS hingga Rp 30 juta sepasang! Dan, sokbreker ini dibawa khusus oleh teknisi Yoshimura untuk Suzuki Smash.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Wednesday, March 28, 2012

Modifikasi Honda Astrea 800

Modifikasi Honda Astrea 800 1983, (Depok)

honda astrea 800 modifikasi
Kecintaan H. Nanang terhadap motor roda dua didukung penuh keluarga. Itu yang bikin dia terjun sebagai modifikator. “Melalui dukungan ini, bikin semangat geluti hobi baru. Karena sering lihat saya modifikasi, ayah pun tertarik buat ubah Honda Astrea 800 miliknya. Konsepnya terserah saya katanya,” sebut Awan, sapaan karibnya.

Konsep yang dipilih, choppy cub. Karena menurutnya, konsep ini paling cocok buat motor lawas itu. Tinggal mainkan detail dan finishing sempurna, maka hasil keseluruhan pun bakal tak mengecewakan. Kesan glamour yang dipancarkan, meruntuhkan kesan jadul dan berganti gaul!

Tapi, yang pertama dilakukan modifikator tiga anak ini, bikin kaki si bebek lawas jadi kekar. Caranya, mengganti pelek dan ukuran ban yang agak besar dari aslinya. Bagian belakang pakai ukuran pelek 1,80x17. Sedang bagian depan, andalkan pelek palang ukuran 1,60x17 yang dicustom lagi.

Biar makin beda, permainan lengan ayun dilakukan. Menurut Awan, swing arm orisinil kurang pas buat dukung konsep yang diinginkan. Maka itu, pria bergelar sarjana hukum ini membuat custom lengan ayun pakai pipa bulat.

honda astrea 800 modifikasi
"Kalau diameternya mengikuti pipa arm lengan ayun Honda GL-100. Tapi, tebal pipa, dipilih yang 3 mm,” timpal pria yang punya workshop bernama Garasinya Awan di Jl. Raya Bogor, Km. 34, No. 3, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
honda astrea 800 modifikasi
Ada yang menarik dari ubahan yang diterapkan Awan. Jika kebanyakan modif choppy cub andalkan sasis rigid, maka Awan tetap ingin pakai suspensi belakang. “Supaya tetap nyaman buat harian,” tutup Awan yang ramah. Keren!

Suspensi Unik
Buat urusan sok belakang, Awan mengaplikasi peredam kejut milik Yamaha Jupiter MX 135LC. Pemasangan, sok disambung dengan pipa yang menyambung dengan lengan ayun. Jadi sistem kerjanya, saat ditunggangi, bagian arm custom itu mengangkat. Meski begitu, kesetabilan rancangan ini tetap terjaga. Sebab untuk dudukan sok sudah dipertimbangkan kekuatannya.

DATA MODIFIKASI : Ban depan : IRC 2,50x17 Ban belakang : IRC 2,75x17 Setang : Honda Tiger Jok : Custom Garasinya Awan : 0812-1070-666

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Friday, March 9, 2012

Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze

Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze | tips honda bladeHonda Blade dipakai balap dengan rpm mesin tinggi, kurang tahan kalau hanya mengandalkan tensioner standar. Nggak tahan gesek dan panas, roller berlapis karet khusus itu cepat terkikis bahkan bisa sampai jebol.

Alhasil daya tekan tensioner ke rantai keteng kurang maksimal. Timing pengapian terganggu lantaran tak lagi presisi. Tenaga motor kedodoran, seperti yang banyak dialami tim Honda waktu turun balap.

Biar kuat di ajak balap, part vital ini dimodifikasi. Caranya mengganti penekan model roller dengan batang seperti motor umumnya. yaitu menggunakan batang penyetabil rantai sekaligus tensioner Kawasaki Kaze.

Yang lama dicopot. Lalu batang penyetabil Kaze dibuat dudukan berupa as dari baut tepat dibalik posisi roller aslinya. Sedang ujung batang masuk ke blok silinder, biar rantai bisa ditekan saat berputar.

Adapun untuk posisi pasang tensioner yang bertugas menekan rantai keteng saat berputar, membuat lubang dudukan di blok silinder. Tepatnya di bagian sisi kiri atau yang mengarah ke ruang rantai keteng. Tidak lupa, tensioner dikin dudukan lubang ulir sebagai pengikatnya.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner