Pages

ketik, untuk mencari sesuatu

Sunday, August 5, 2012

Spesifikasi Yamaha Jupiter Z1

Spesifikasi standar Yamaha Jupiter Z1
Yamaha Jupiter z1 spesifikasi
DIMENSI
Panjang : 1.935 mm
Lebar : 680 mm
Tinggi : 1.065 mm
Jarak sumbu : 1.240 mm
Jarak pijak : 150 mm
Tinggi jok : 765 mm
Berat kosong : 102 kg

MESIN
Jenis : 4-lanGkah, 1-silinder, pendingin udara
Sistem katup : SOHC,2 valVe
Diameter Langkah : 50,0 x 57,9 mm
Isi silinder : 113,7 cm3
Ratio kompresi : 9,3:1
Tenaga maksimum : 10,06 PS (7,4 kW)/7.750 rpm
Torsi Maksimum : 9,9/6.500 Nm/rpm
Sistem bahan bakar : Fuel Injection System (FI)
Sistem starter : Elektrik dan engkol
Transmisi : Rotari, 4 kecepatan (N-1-2-3-4-N)
Sistem Pelumasan : basah
Kapasitas Oli Mesin : Total 1 liter / penggantian berkala 0,8 liter
Tipe Kopling : Basah, Sentrifugal, Multiplat

RANGKA
Tipe Rangka : Steel Tube Underbone
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Tipe lengan ayun Suspensi ganda
Rem Depan : Cakram hidrolik piston tunggal
Rem Belakang : Tromol
Ban depan : 70/90 - 17M/C 38 P
Ban belakang : 80/90 - 17 M/C 44 P

SISTEM LISTRIK
Aki : YTZ4V/GTZ4V (MF Battery 3Ah)
Tipe Busi : NGK-CR6HSA
Sistem Pengapian : TCI (Transistor Control Ignition)

Referensi: http://yamaha-motor.co.id

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Yamaha New Jupiter Z1
Honda Racing School, Sarana AHM Siapkan Pembalap Masa Depan
Cara Melakukan Pemesanan Jasa Konveksi
Modifikasi Honda C70
Jasa Konveksi Murah Berkualitas
Modifikasi Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea Grand
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, July 31, 2012

Modifikasi Yamaha New Jupiter Z1

Yamaha new jupiter z1 modifikasi
Seperti biasa, saat launching Jupiter Z1, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga menyodorkan versi modifikasinya. Salah satu yang menarik perhatian adalah Yamaha Jupiter Z1 berwarna orange ini.

"Konsepnya racing sesuai dengan karakter Yamaha Jupiter series yang selalu berjaya di balap nasional," ungkap Eko Prabowo, GM Marketing Communication & Community PT YIMM. "Untuk modifikasinya, kami dibantu oleh modifikator yang pernah menjuarai kontes modifikasi Yamaha Cuzztomatic 2011," lanjutnya.

Rumah modifikasi yang dimaksud adalah 909 Hot Matic dari Bandung, Jawa Barat. Lagi-lagi, Yayank sang modifikator harus bekerja cepat menyelesaikan modifikasi ini. "Biasa ordernya pasti sangat mepet, ini hanya satu minggu mengerjakannya," bukanya.

Yamaha new jupiter z1 modifikasi
Meski cepat, tapi hasilnya cukup maksimal. Silahkan dilihat, untuk mengejar kesan racing, kaki-kaki langsung diganti. "Pelek pakai aftermarket yang lebih lebar dari standar. Kebetulan bentuk palangnya sama seperti standar," jelasnya sambil menyebutkan ukuran 2,15 inci untuk pelek depan dan 2,50 inci buat yang belakang.
Yamaha new jupiter z1 modifikasi
Sesuai konsep racing, ban diganti Bridgestone Batllax dan dikawinkan dengan suspensi belakang keluaran Kitaco. Sedang yang depan hanya diganti tabung dengan aksesori dari Thailand. "Diskbrake-nya lebar pakai diameter 300 mm," jelas modifikator yang bengkelnya ada di Jl. Cihampelas No.187, Bandung ini.

Terakhir soal warna, Yayank pilih kombinasi putih-orang agar tetap kalem tapi mencolok. "Catnya pakai Sikkens. Tapi untuk lampunya hanya dilapis cat hitam tipis, meski gelap nyala lampu masih bisa tembus," terang Yayank.

Yamaha new jupiter z1 modifikasi

Jok 3D Finishing Carbon

Salah satu finishing yang bisa jadi inspirasi modifikasi adalah desain joknya. "Saya padukan bahan yang teksturnya mirip serat karbon. Selain itu, ada beberapa bagian yang dibuat terpisah. Seperti tonjolan di ujung depan jok dibuat terpisah dan dipasang belakangan. Efek 3D-nya makin nyata," jelasnya panjang lebar.

DATA MODIFIKASI:
Tuas Rem: Kitaco
Sokbraker Belakang: Kitaco
Silencer: Termignoni
909 Hot Matic : 022-9119 2090

Referensi: http://motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Honda Racing School, Sarana AHM Siapkan Pembalap Masa Depan
Cara Melakukan Pemesanan Jasa Konveksi
Modifikasi Honda C70
Jasa Konveksi Murah Berkualitas
Modifikasi Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea Grand
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Saturday, June 23, 2012

Modifikasi Yamaha Mio

yamaha mio drag | yamaha mio balap | yamaha mio modifikasiYamaha Mio 2009 milik tim Pells Racing Solo ini mampu mengantarkan Tony Cupang dan Jhon Pells naik podium kelas Matic 200 cc Rangka Standar. Terjadi minggu lalu di TDR YSS Comet Drag Bike, Jogja. Meskipun hanya menduduki posisi 3 dan 4, namun besutan ini murni hasil racikan anak negeri.

Peraciknya Arif Sigit Wibowo, mekanik sekaligus pemilik tim Pells Racing yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. “Saya lebih suka bikin mesin sendiri, sampai kelas Supermatik 300 cc juga digarap sendiri. Bukan bawa mesin utuh dari Thailand,” ujar Pells, sapaan akrabnya.

Jadi, makin penasaran faktor apa saja yang bikin motor ini mampu melesat kencang. Pastinya pake resep dong? “Untuk turun di kelas 200 cc, mengandalkan piston Kawahara diameter 66 mm tipe forging,” ujar mekanik berambut ikal ini.

Pilihan pakai piston forging ada beberapa alasan, lho. Salah satunya lantaran bobot piston tergolong ringan. Kalau di bandingkan dengan non forging macam piston Tiger jauh lebih enteng. Cocok buat besutan drag bike yang butuh bobot ringan. “Piston forging bikin putaran mesin enteng dan cepat naiknya,” lanjut Pells lagi.

Lantaran piston 66 mm, dirasa sudah mencukupi kapasitasnya untuk turun di kelas 200 cc. Jadinya enggak perlu lagi pakai jurus naik stroke. Pakai stroke standar bikin mesin jadi lebih awet. Kalau dihitung pakai rumus volume total mesin Mio ini jadi 197,98 cc.

Besarnya piston diimbangi pemasangan klep gambot hasil custom. Buat klep in, diameter payung klep dibikin jadi 34 mm. Sedang klep ex 28,5 mm. “Klep copotan dari Toyota Vios punya ukuran yang cukup besar dan bahannya lebih kuat,” katanya. yamaha mio drag | yamaha mio balap | yamaha mio modifikasiSelanjutnya, untuk mengejar kompresi yang diinginkan, kepala silinder ikut dipapas hingga 0,6 mm. Kubah di silinder head, mengikuti diameter piston. Namun rasio kompresi tidak diukur.

Tak tertinggal, asupan bahan bakar juga dipikirkan. Pells mengandalkan karburator Keihin PE 28 yang lubang venturinya sudah direamer jadi 30 mm. Main-jet dipatok 130 dan pilot-jet 45 cocok untuk bermain di trek pinggir pantai.

Oh ya buat CVT, juga kasih bocoran nih. Roller yang dipakai mengandalkan Kawahara dengan bobot rata 8 gram. Pulley juga ikut kena sentuhan dengan mengubah sudutnya dari 13,5 derajat menjadi 14 derajat. "Dibikin lebih meruncing biar tenaga putaran bawah lebih cepat di gapai," tutup Pells.

DATA MODIFIKASI :
Ban belakang: Eat My-Dust 60/80-17
Ban depan: Comet 215-17
Cakram depan: Yamaha Mio
Rocker arm: Honda Blade
Knalpot: Kawahara

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda Astrea Grand
Modifikasi Honda Supra X 125
Modifikasi Honda New Blade
Modifikasi Yamaha Mio
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Thursday, May 17, 2012

Modifikasi Yamaha Mio

Modifikasi Yamaha Mio, 2008 (Bandung)
Yamaha Mio, Jajal Seher Forging

yamaha mio road race | yamaha mio balap | yamaha mio bore up | yamaha mio modifikasi
Uji coba piston forging baru di Yamaha Mio pacuan Bayu Aditya. Sanggup naik podium 3 kelas 175 cc. Di seri 1 Indonesia Matic Race yang digelar di Sirkuit Gery-Mang Subang beberapa waktu lalu.

Bayu Aditya memperkuat tim Kawahara DTS Michelin G-Design. “Karena disupport Kawahara, part harus menggunakan produk sponsor,” jelas Mian alias Sumingan sang mekanik.

Seperti seher, menggunakan Kawahara ukuran 62 mm. “Lebih enak karena lubang pen seher 15 mm. Cocok dipakai di Mio,” ungkap Mian yang selalu sibuk di arena balap seputaran Jawa Barat itu.

Menurut Mian, seher ini dari sisi lain yaitu sudah menganut jenis forging. Sehingga lebih ringan karena banyak bagian yang dibikin tipis. “Meski begitu jadi enteng namun tetap kuat,” jelas Mian yang asli wong Jowo itu.

Selain itu, seher ini punya bidang kontak yang sedikit terhadap permukaan dinding liner. “Membuat gesekan yang terjadi antara dinding seher dan liner jadi sedikit,” sebut Mian. Jadinya tidak banyak mengurangi power.

Namun Mian terus terang juga kekurangan dari seher ini. Punya ukuran yang lebih pendek dari standar MIo. “Kalau dipasang di blok Mio jadi mendem,” cerita Mian.

Piston yang menganut forged memang selalu lebih pendek. Sesuai dengan seher-seher sekarang. Supaya tidak berat dan tak membuang power mesin.

Namun karena mendem bagusnya naik stroke. Tapi, Mian tidak menempuh naik stroke karena seher sudah besar. Untuk mencapai kapasitas 175 cc sudah pas dengan stroke standar.

Solusinya Mian hanya memapas blok. Tingginya dikurangi 2 mm agar seher lebih nongol dan kompresi tidak low. “Pinggir puncak seher dibikin mendem 0,4 mm. Dipadu dengan paking standar. Masih aman dan tidak mentok head,” ungkap Mian.

seher forging mio
Selain itu, kepala seher diatur ulang. Agar kompresi bisa mencapai 13,5 : 1. Targetnya nanti akan dibuat 14,5 : 1. Karena uji coba seher baru ternyata kuat dan masih sanggup juara. Meski pada race 1 terkendala setingan spuyer yang tidak pas. Jadinya mbrebet.

Untuk kelas 175 cc open dibolehkan menggunakan bahan bakar bebas. Mian pilih menggunakan bensol biru karena yang tersedia hanya itu. Secara hitungan sederhana, menggunakan bensol harusnya perlu spuyer besar. Namun di korekan Mian selalu terbalik.

Menggunakan karburator Keihin PE spuyer yang pas untuk pilot-jet pakai 42 dan main-jet menggunakan 120. Setingan seperti ini mirip di kelas 150 cc kalau menggunakan bensol.

Untuk kem dibikin mirip dengan kem di mobil-mobil balap. Walau antara klep isap dan buang punya durasi sama, tapi derajat bukaan yang berbeda.

Klep isap membuka 30 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang membuka 65 derajat sebelum TMB dan menutup 25 derajat setelah TMA.

Menurut Mian, karakter kem seperti ini membuat suara yang adem di rpm bawah. Makanya suara yang keluar dari moncong knalpot juga biasa aja. Tapi, akan galak di gasingan.

DATA MODIFIKASI :
Ban belakang : Indotire
Klep : EE 31/25,5 mm
Puli CVT : Standar ditipisan
Per CVT : 2000 rpm
Roller : 7 gram

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Subtitusi Sil dan Piston Master Rem
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, April 10, 2012

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC, 2006 (Tangerang)
Yamaha Jupiter MX 135LC, Bore Up dan Stroke Up 215 cc

jupiter mx drag | jupiter mx balap | jupiter mx modifikasi

Yamaha Jupiter MX 135LC milik Dedy Wahyudi ini sudah 215 cc. Untuk mencapai kapasitas 215 cc, tentu harus main bore up dan stroke up. Paling pertama dilakukan bore up dengan cara menggunakan seher piston CBR 150R oversize 250. Jadi, diameternya 66 mm.

Boring pun ikut diganti pakai punya Honda Tiger. “Supaya piston bisa masuk ke silinder blok,” jelas Kiki Pramono asal bengkel Nusantara Motor di Jl. Ciledug Raya, Gg Langgar, No. 55, Tangerang.

Menggunakan seher dan boring segede itu, dipastikan mengganggu water jacket atau saluran air pendingin. Supaya tetap menggunakan pendingin air, ditutup dan dibikin jalur baru. Masuk dari atas dan keluar dari bawah.

head jupiter mx bore up

Setelah itu disusul main stroke up. Supaya langkah lebih panjang, posisi pusat big end digeser 2 mm. Naik-turun 2 mm, jadinya stroke total bertambah 4 mm. Sehingga total langkah piston kini 62,7 mm.

Jadinya bisa dihitung kapasitas silindernya. Dari diameter seher 66 mm dan stroke 62,7 mm. Volume silinder kini 214,4 cc, atau kalau digenapkan jadi 215 cc.

Namun akibat naik stroke dan diikuti pemakaian setang seher asli Kawasaki Ninja 150R, dipastikan posisi blok harus diganjal. Dimaksudkan agar seher tidak mentok kepala silinder. Apalagi setang milik Ninja lebih panjang 4 mm.

Abas, panggilan akrab Dedy Wahyudi menggunakan paking tebal dari bahan duralium. “Tebal paking ini 6 mm,” jelas Abas dan Kiki kompak.

Untuk mengimbangi silinder yang sudah bengkak, klep isap dan buang diganti. Pakai yang ukuran payungnya lebih lebar. Dipilih klep yang punya kode EE, aslinya klep ini milik Mitsubishi Lancer. Standarnya klep ini punya ukuran 31 mm untuk klep isap dan 25 mm untuk ex.

Namun dipasang di head MX dibikin kecil. Klep isap dibuat 26 mm dan ex 23 mm. “Pemakain klep EE dirasa lebih kuat karena batangnya 5 mm dan panjang klep bisa diatur dengan cara dibubut,” tambah mekanik yang berbadan subur itu.

Selain itu, pengabut bahan bakar diganti yang lebih gede. Aplikasi karbu Keihin PE 28 yang direamer jadi 31 mm. Diseting dengan aplikasi main-jet 150 dan pilot-jet 58.

Kemudian pengapian dibikin total loss. “Magnet dibubut agar ringan dibikin jadi 750 gram,” jelas Kiki yang biasa dipanggil Kidut Geboy itu.

Untuk mengatur timing pengapian dipilih CDI BRT I-Max. Klop dipadukan dengan koil YZ orisinal. “Selain api pembakaran lebih besar, torsi lebih cepat dan tarikan atas sampai bawah ngisi terus,” tegas Abas.

Pekerjaan terakhir benahi aliran gas buang. Knalpot orisinil diganti. Sebagai gantinya, dipakai jenis model free flow buatan sendiri. “Knalpot sangat berpengaruh pada power mesin. Karena pembuangan akhir mesin yaitu dilubang pembuangan,” tutup Abas yang rambutnya beruban itu.

DATA MODIFIKASI : Pelek : Champ 1,40x17 Ban depan : Comet 60/90x17 Ban belakang : HUT 60/90x17 Cakram : TDR

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Thursday, April 5, 2012

Adu Kecanggihan Shockbreaker

shockbreaker | suspensi | Adu Kecanggihan Shockbreaker

Salah jika beranggapan road race cuma mengadu kencang mesin atau pembalap jago dengan nyali tinggi. Justru balapan di sirkuit yang berliku-liku juga mengadu ketenangan. Sebab, besar tenaga, tinggi putaran mesin dan secanggih apapun si joki, belum jaminan juara. Mereka malah bakal jumpalitan jika motornya tidak bisa tenang. Diam dari getaran dan anteng dari guncangan. Makanya, perang suspensi (shockbreaker) juga terjadi di arena balap.

Adu ketenangan motor sudah jadi pokok dari semua usaha mekanik dan pembalap. Suspensi pengaruh banget saat menikung. Kecepatan saat masuk atau keluar tikungan sangat tergantung suspensi. Dan suspensi juga harus disetel sesuai gaya balap si joki dan karakter sirkuit.

Perang suspensi yang sejak dulu terjadi, pun terlihat pada seri I IndoPrix 2012 di Sirkuit Internasional Karting, Sentul. Masing-masing tim memilih sendiri obat penenang motor mereka.

Benny Djatiutomo yang kini di Honda, amat percaya performa Ohlins. Sejak lama ia memakai peredam kejut bikinan Swedia itu. Sokbreker belakang yang semula dipakai di Jupiter-Z dan kini pindah ke Supra dan Blade.

Tapi, sebab Ohlins gak bikin sokbreker khusus bebek balap, Benny pesan setelan khusus dari produk yang ada. "Valvenya dimodifikasi biar mekanisme rebound dan compress sesuai kebutuhan motor bebek dan pembalapnya. Itu pun, disetel lagi agar pas dengan gaya rider dan sirkuitnya," urai bos tim Honda, Astra Motor Racing Team yang dibela Denny Triyugo dan Wawan Hermawan.

Dari Yamaha, banyak model suspensi bisa dipilih tim-tim Garputala. Kayak Daytona dan YSS. Salah satu tim yang sukses di seri I IP, Yamaha Yonk Jaya pilih sokbreker belakang YSS tipe 280 TRW seharga Rp 14 juta. "Pernya bisa gonta-ganti. Ada per hard, medium dan soft," jelas Sui Kiong alias Koh Yonk, si bos tim.

YSS 280TRW punya tabung yang di dalamnya punya 2 rongga isi gas untuk atur kekerasan. Hendriansyah dan Irwan Ardiansyah pun percayakan Jupiternya pakai produk Mitra 2000 ini.

"Nyetelnya pun gampang. Tombol bawah untuk rebound ada 64 klik. Tombol atas mengatur kekerasan kompres," jelas Heru K. T., mekanik Yonk Jaya yang menyetel rebound di klik ke 36 untuk besutan Sigit P. D., dan Florianus Roy saat di Sentul Kecil kemarin.

Lain tim Kawasaki Manual Tech, asuhan Ibnu Sambodo yang pakai Daytona tipe A1024. Ia ogah dipusingin fitur di sokbreker buat Edge milik Yudhistira dan Gupito Kresna. "Seting rebound dan compress penting dan berguna. Tapi, saya diajari mekanik Showa. Di bebek, yang penting kekerasan per fork dan sok sudah pas, cukup!" ujarnya.

Daytona A1024 sangat simpel. Kekerasan per bisa disetel dengan putaran tahanannya. Kalau rebound dengan memutar klik di bagian bawah sokbreker.

Terakhir, tim Suzuki Cargloss AHRS. Si joki tunggal, Harlan Fadhillah dibekali sokbreker canggih dari Showa-Yoshimura. Menurut Hasyim Sonedi yang menukangi tunggangan Harlan, sokbreker ini aslinya bikinan Showa. Tapi, kemudian dimodifikasi lagi Yoshimura.

"Sokbreker ini lebih mudah disetel. Kekerasan per dan valve di tabungnya juga sudah disesuaikan dengan karakter pasar senggol dan bobot motor bebek. Juga punya beberapa pilihan kekerasan per, kayak Ohlins dan YSS," jelas Hasyim.

Yang mencengangkan, ada kabar, suspensi Showa-Yoshimura ini menguras dana tim Suzuki Cargloss AHRS hingga Rp 30 juta sepasang! Dan, sokbreker ini dibawa khusus oleh teknisi Yoshimura untuk Suzuki Smash.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, April 2, 2012

Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio

aki mio
Yamaha Mio mengaplikasi aki tipe basah sebagai sumber listrik di skubek 113,7 cc itu. Begitunya aki basah dilengkapi lubang pembuangan. Oleh karena itu, Ini perlu perhatian lebih!

Sebagai saluran pembuangan dari lubang di aki, Mio aplikasi slang pendek tambahan buat disalurkan lagi ke lubang pembuangan yang jadi kesatuan di boks bagasi. Barulah dari lubang buang di boks bagasi tadi, disalurkan slang panjang hingga bawah atau keluar melalui dek.

Tapi, ketika slang tambahan itu hilang atau lepas, maka proses buangan cairan jadi tak sempurna. Apalagi cairan itu bukan sekadar cairan. Tapi, hasil penguapan akibat aki dialiri arus listrik. Kandungan elektrolit yang terdiri dari asam sulfat itu bisa bikin korosi.

Biasanya Kalau slang tidak ada, pembuangan cairan jadi rembes kesisi aki dan terus turun hingga ke baut pemegang boks. Bahkan, sampai membasahi sasis dan bikin karat.

Beberapa solusi bisa ditempuh. Mulai penambahan slang pembuang sekitar 2 cm sebagai penyambung, hingga ganti aki tipe kering.

Ganti aki kering, karena aki ini tak memiliki lubang pembuangan layaknya aki tipe basah. Jadi, tak perlu kuatir cairan keluar dan basahi rangka.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, March 27, 2012

Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC

Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC, pakai kiprok Honda Tiger
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC pakai kiprok tigerYamaha Mio punya sistem penerangan lampu tipe AC. Ketika aplikasi lampu HID (High Intensity Discharge), maka aki di skubek berkapasitas 113 cc itu bisa saja tekor. Apalagi, arus pengisian aki dari kiprok belum tentu kuat dan stabil buat suplai arus besar yang dibutuhkan sistem lampu HID. Maka itu, sistem kelistrikan kudu diubah jadi DC.

Cara ubah sistem kelistrikan itu bisa tempuh lewat penggantian kiprok. Cukup ganti kiprok Yamaha Mio dengan kiprok Honda Tiger. Tapi, harus teliti merangkainya.

Itu karena rangkaian di kiprok Tiger punya lima terminal kabel. Di bagian atas ada tiga. Terminal di sisi paling kiri atas, dihubungkan ke kabel merah (aki Mio), trus ke kunci kontak. Lalu, terminal bagian tengah atas arus balik dari kunci kontak ke kiprok (kabel cokelat). Terminal paling kanan, untuk masa (ground). Sedangkan di bagian bawah, ada dua terminal. Kedua terminal ini, punya fungsi sama. Yaitu, buat arus dari sepul. Lebih jelas lihat gambar rangkaian di atas.

Tapi, ketika dipasang di Mio, tentu butuh penyesuaian lagi. Terutama, dari terminal yang di bagian bawah. Karena kalau bagian atas, fungsinya sama.

Dari Mio, buat antar arus ke kiprok pakai kabel warna putih, hitam dan kuning. Nah, ketika dipasang ke kiprok Tiger, hanya dua kabel yang dipakai. Yaitu, hitam dan putih. Kedua kabel ini mengambil tempat di terminal bagian bawah. Posisi kabelnya bebas pilih. Mau yang hitam disisi kiri atau kanan juga bisa.

Lewat metode ini, sistem kelistrikan menjadi fullwave. Tapi, agar pengisian aki makin enggak tekor, selain ganti kiprok Honda Tiger, bisa juga andalkan regulator tambahan. Misalnya, bikinan VRT (Violeta Rumble Team).

Fungsinya buat mengatur dan meregulasi pengisian dan sistem charging. Harga tergantung untuk motor apa. Misal, buat Honda Vario Rp 400 ribu, Yamaha Mio Rp 350 ribu. Itu termasuk ongkos pasang.

Tentunya melalui pemasangan rangkaian kabel yang benar dan penambahan part seperti regulator, bikin kebutuhan listrik terpenuhi. So, tak ada istilah lagi aki tekor.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, March 5, 2012

Modifikasi Yamaha mio

Modifikasi Yamaha mio, 2008 (Jakarta)
yamaha mio bore-up | yamaha mio balap | yamaha mio modifikasiTak cuma kaum pria saja yang menyukai balap, kaum hawa juga ada yang suka. Seperti Putri Tachi, pemilik Yamaha Mio lansiran 2008 ini. Dara yang tinggal di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini suka adrenalin. Karena hampir setiap harinya doi nongkrong bareng anak-anak komunitas balap.

“Saya suka motor kenceng, makanya buat satu motor. Tapi, bukan saya sendiri sih yang bawa. Ada teman yang khusus geber ini motor,” bilang remaja yang masih 19 tahun ini.

Buat seting engine skubeknya, putrie memang tidak terlalu ekstrem. Soale, Mio-nya itu cuma buat tarung di kelas piston 58,5 mm standaran. “Yang boleh diganti hanya pistonnya saja. Yang lain, tetap pakai part aslinya,” tambah Putri.
yamaha mio bore-up | yamaha mio balap | yamaha mio modifikasiBuat tarung di kelas piston 58-an, seher Honda GL-Max Neo Tech diandalakan. “Seher ini dipilih karena tidak mengubah pen piston. Sama seperti Mio, pen piston pakai diameter 15 mm,” jelas Ahmad Fauzan, mekanik Lay Speed (LS) di Jl. Mampang Prapatan 11, No. 14, Jakarta Selatan.

Tapi, sebelumnya Fauzan yang garap pacuan milik Putri pernah mencoba memakai piston lain yang diameter 58,5 mm. Sayangnya, piston yang dipakainya itu enggak sejajar atau sedikit mendem dari bibir blok silinder. Akibatnya, perbandingan kompresi tidak bisa dibuat tinggi tanpa penggantian setang seher.

Berbeda jika pakai piston GL-Max. Bisa dibuat lebih tinggi atau sejajar sejajar bibir blok. Buat naikan kompresi jadi lebih mudah. Tinggal mainkan dome alias permukaan piston agar lebih mendekati kubah ruang bakar.

"Dome piston dibuat sekitar 2 mm. Tapi, itu bagian tengahnya saja. Karena sisi pinggir piston juga dipapas 2 mm. Jadi kubah bisa lebih kecil,” tambah Fauzan yang juga aplikasi linner GL-Max.

Lewat permainan ini, perbandingan kompresi jadi naik hingga 14 : 1. Hanya saja, buat pemasangannya sedikit butuh penyesuaian. Terutama di bagian dinding piston. Bagian terbawah dipapas lagi sekitar 3 mm. Tujuannya selain bikin bobot piston lebih ringan, juga biar enggak mentok kruk as.

Begitunya kompresi tinggi yang tercipta itu tanpa pemapasan kepala silinder, lho. Tapi, kubah di head dibuat menyesuaikan piston yang sekarang dipakai. “Kem, dikasih dari teman. Durasinya enggak dihitung. Tapi, katanya sudah tinggi,” aku Fauzan lagi.

Meski kem sudah ubahan, tapi buat kelas 58-an, klep tetap harus standar. Buat cegah overlap alias klep benturan, sitting klep disekrap atau dibuat lebih dalam lagi sekitar 1,5 mm.

Kelar ngomongin mesin, pria yang kerap disapa Lay ini melanjutkan pada bagian saluran gas buang. Akibat bengkaknya kapasitas mesin, Lay kudu memodifikasi knalpot sesuai karakter mesin.

"Saya tidak membobok knalpot. Tapi memilih mengondomkan knalpot racing di muffler standarnya. Selain lebih free flow dan enak didengar, putaran atas juga bisa lebih maksimal,” tutup mekanik tinggi berbadan kekar ini.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Saturday, February 18, 2012

Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4

Modifikasi Yamaha Jupiter-Z 2007 (Bekasi)
jupiter drag | jupiter balap | jupiter bore-up | jupiter modifikasiYamaha Jupiter-Z milik Akianlie yang tinggal di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat ini, kerap meninggalkan jauh lawannya. Terutama di ajang balap lurus malam hari. Asep Bajaj yang jadi joki di pacuan yang sekarang usung isi silinder 212,5 cc ini.

“Keluarnya motor ini kalau ada yang nantangin saja. Tapi, itu juga jarang main kok. Paling dalam satu bulan cuma dua kali. Terima main dimana aja,” beber Bajaj yang yang tinggal di daerah Cipinang, Jakarta Timur itu.

Otak dibalik kencangnya lari Jupiter lansiran 2007 ini ada di tangan Fikry Syamlan. Doi, mekanik Arjuna Racing di Jl. Srengseng Sawah No. 4, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Angka 212,5 cc didapat dari proses bore up dan stroke up. Tunner berhidung mancung ini, memilih seher High Speed diameter 66 mm sebagai part penggebuk di ruang bakar. Untuk linernya, doi andalkan boring milik Honda Tiger.

Tentunya, ada alasan kenapa doi pilih piston High Speed. “Karena tersedia ukuran pen piston 13 mm. Jadi, tak perlu ada ubahan. Misalnya harus dibikin bushing baru atau lainnya,” kata pria karib disapa Mas Nci itu.

Demi menaikan kapasitas agar lebih bengkak lagi, kruk as disesaki pen stroke 4 mm. Naik-turun, jadi 8 mm. Total keseluruhan stroke sekarang jadi 62 mm. Iya dong, kan Jupiter-Z lama, masih usung stroke standar di 54 mm. Bukan macam New Jupiter-Z yang 57,9 mm. "Gak perlu terlalu tinggi. Ini sudah kombinasi pas," bilangnya.

Besarnya part ‘penggebuk’ dan panjangnya langkah piston sekarang, ikut diimbangi permainan klep alias valve. Tujuannya, buat kejar gas bakar yang maksimal. Mekanik berambut ikal ini, segera melengserkan katup aslinya dan diganti pakai klep EE5 yang diameternya dibuat jadi 33 mm (in) dan 28 (ex).

Urusan buka-tutup klep diatur ulang lagi lewat ubahan durasi kem. Buat Jupiter ini, Mas Nci menganut paham kem kebo. Iya, kem model gendut. Maka itu, sebelum dipapas ulang, kem dilas lagi buat tambah daging. Profil kem ini memang banyak diandalkan di bebek dan matik balap pacuan Yamaha.

Tapi, tunner ini tak menganut hitungan kem berdasar durasi. Melainkan, hitungan papas. “Lebar pinggang kem dibuat jadi 17 mm dan tingginya 27,5 mm,” kata mekanik yang hobi makan tahu gejrot ini.
cdi brt jupiter | knalpot balap jupiter | piston high speedBuat kejar kompresi tinggi, kepala silinder ikut dipapas. kiksinya cukup 1 mm. Lalu, squish di head dibuat 7 derajat dan kubahnya dibuat bertingkat. Buat kubah bagian dalam, dibikin 55 mm. Sedang kubah terluar mengikuti diameter piston. Tujuannya, agar pembakaran makin fokus di satu titik.

Sebagai pengabut bahan bakar dan udara, Mas Nci mengandalkan Keihin PE 28 mm. Pilot-jet pakai 60 dan mainjet 155. Sistem pengapian ikut dibenahi. “Buat CDI pakai BRT I-MAX yang punya 24 step. Jadi, bisa memilih timing sesuai dengan kebutuhan,” cuap Mas Nci yang memadukan BRT dengan Koil Yamaha YZ 125.

Terakhir, saluran buang dibikin lancar tanpa ada hambatan. Mekanik bertubuh tinggi ini pesan langsung kepada Joyo. “Supaya tarikan bawah dan atas ngisi terus,” tutup Mas Nci.

DATA MODIFIKASI :
Pelek : TK 1,20x17
Sok belakang : YSS
Karburator : Keihin PE 28

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Saturday, January 21, 2012

Modifikasi Yamaha Fino

Modifikasi Yamaha Fino 2009 (Jakarta)
yamaha fino drag | yamaha fino balap | yamaha fino modifikasiYamaha Fino, Drag Style

Menurut Asang, model bodi Yamaha Fino punya nilai lebih. Makanya menurut juragan Ratu Perkasa Motor (RPM) itu, tidak perlu banyak ubahan sudah cukup menarik.

"Kalau bodi, cukup dikasih variasi bolt on. Itu pun enggak banyak, biar enggak terlalu rame tapi tetap funky," buka Asang dari Jl. Raya Bogor Km 28, Cibubur, Jakarta Timur itu.

Ubahannya lebih banyak ke dapur pacu. Mesin dibore up hingga 200 cc. "Jadi, bisa berfungsi ganda. Buat mejeng karena tampilan bodinya. Bisa juga buat balap," lanjut Asang.

Untuk urusan mesin, Asang percaya langsung kepada mekaniknya sendiri buat mengolah. Namanya Ahmada yang sudah gape garap mesin buat drag. Tapi sayang, Metz biasa Ahmad disapa, ogah buka semua resep motor yang kabarnya sudah enggak ada lawan di wilayah Cibubur ini. Walah...
Pelek Yoko 3 tone | knalpot kou thailand"Ubahan mesinnya disesuaikan tema funky yang dimau Asang. Kalau buat balap kan standaran, pakainya paking selembar. Seher pakai punya CBR dikombinasi setang seher tipe 5VV," tambah Metz.

Berencana turun perdana di event drag di Parkir Timur Senayan, pertengahan Januari nanti...

DATA MODIFIKASI :
Ban depan : Vee Rubber 45/90-17
Ban belakang : Vee rubber 60/80-17
Pelek depan : Yoko 3 Tone 140x17
Knalpot: Kou Thailand
RPM : 082-1123-12350

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300
Paking Tembaga
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #2
AJS S3 Ingris
Modifikasi Honda Blade #2
Honda CX650 Jepang
Modifikasi Yamaha Vega
Spesifikasi Suzuki Nex

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, January 17, 2012

Modifikasi Yamaha Nouvo-Z

Modifikasi Yamaha Nouvo-Z 2009 (Cirebon)
nouvo-z drag | nouvo-z balap | nouvo-z modifikasiBagi yang kerap nongkrong di arena trek lurus seputaran perkantoran Pemda Sumber, Cirebon, pasti ngeh Yamaha Nouvo-Z tungggangan Reza ‘Tumenk’ ini. Katanya selain kencang di arena balap liar, juga kerap ikut di ajang balap resmi. Mau tau ubahannya? Yuk mareee...

Mengejar tarikan yahud dan mumpuni, perlu main bore up. Kapasitas silinder mesti dinaikkan lagi. “Piston asli diganti dengan milik Honda Tiger standar yang punya diameter 63,5 mm,” cuap Andika, tunner Rocket Speed dari Jl. Flamboyan, Perum GSI, belakang Polres Sumber, Cirebon.

Kelebihan dari piston milik Tiger ini serba tebal. Sehingga cukup kuat dan tahan lama. Cocok dipakai untuk menghemat kocek.

Karena untuk turun di kelas matic sampai dengan 200 cc, kalau hanya mengandalkan bore up masih kurang. Aksi naik stroke juga kudu dimainkan.

Untuk naik stroke, menggunakan pen stroke 3 mm produk Thailand. Jadi, total langkahnya mengalami kenaikan 6 mm. Setang piston juga kena ganti agar lebih kuat dari produk Thailand. Jika stroke asli bawaan Nouvo-Z 57,9 mm tinggal ditambah 6 mm. Maka totalnya jadi 63,9 mm.

Jadi, kapasitas silindernya jika dihitung dengan rumus volume silinder akan ketemu 202,3 cc. Melewati kapasitas 200 cc. Melanggar regulasi nih. Kalau ikut balap resmi bisa kena diskualifikasi.

Tinggal diikuti suplai gas bakar yang besar. Untuk klep atau pengatur buka-tutup gas bakar, diambil yang berlogo EE 5 kemudian dicustom. Katup isap jadi 33 mm dan buang 28 mm. Sudah dihitung sesuai rumus dalam penggunaan klep.
knalpot | karbuBuka-tutup klep diatur ulang. Katanya menggunakan durasi 274 derajat untuk klep isap. Sedangkan klep buangnya membuka 281 derajat.

Ubahan pun berlanjut pada sistem pengapian. Guna menghasilkan percikan api yang besar, diterapkan koil dari Yamaha YZ125. “Ditambah dengan pemasangan magnet dan CDI milik dari Yamaha Fino,” jelas Andi, panggilan beken mekanik Cerbon ini.

Hasilnya, dalam ajang trek lempeng balap resmi pun bisa diandalkan. Katanya pernah tembus 8,3 detik di kelas campuran.

DATA MODIFIKASI :
Pelek : Akront
Ban depan : Eat My Dust 45/90-17
Ban belakang : HUT 60/80-17
Cakram : DBS
Sok depan : Top Secret

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300
Paking Tembaga
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #2
AJS S3 Ingris
Modifikasi Honda Blade #2
Honda CX650 Jepang
Modifikasi Yamaha Vega
Spesifikasi Suzuki Nex
Akhirnya Suzuki nex Datang
Jangan Sembarang Ganti Spuyer di Motor 4-tak
Modifikasi Honda CB100

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Saturday, January 14, 2012

Yamaha Mio Injeksi

yamaha mio injeksiYamaha Mio baru dengan desain anyar dan teknologi injeksi. Eh, ternyata malah nongol duluan di Thailand.

Desainnya benar-benar baru dan serupa dengan spy shoot yang banyak beredar di dunia maya. Lihat saja bentuk lampu seinnya yang memanjang tajam di bodi depan. Sedang head lamp-nya ada di setang bukan di bodi khas Yamaha Mio Sporty.

Dimensinya memang tak jauh beda dengan Mio Sporty. Mio injeksi ini punya panjang 1.820 mm, lebar 675 mm dan tinggi 1.050 mm. Sedang Mio Sporty dimensinya 1.850 mm x 700 mm x 1.050 mm. Beda tipis kan.

Yamaha Mio baru yang di Thailand diberi nama Mio 115i ini memiliki mesin 115 cc. Meski mesin ini benar-benar baru, tapi memiliki bore x stroke yang sama seperti Mio Sporty. Diameter pistonnya 50 mm dan stroke 57,9 mm. Kapasitas mesin bersihnya 113,7 cc.
yamaha mio injeksiSedang injeksinya juga dipastikan akan sama seperti Mio injeksi yang akan dipasarkan di Indonesia. Teknologi YMJET-FI-nya. Injeksi ini memang diperuntukan bagi sepeda motor berkapasitas mesin kecil.

Berhubung menggunakan injeksi, pengapiannya dikawal TCI. Fiturnya pun lumayan lengkap. Memiliki bagasi yang lumayan lega, kunci dengan tutup magnet serta tangki bensin gambot. Mencapai 4,8 liter.

Sedang untuk versi Indonesia, kabarnya akan memakai nama Mio J. Buat yang tertarik, rasanya harus menunggu beberapa bulan kedepan. masih harus sabaarrr....

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300
Paking Tembaga
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #2
AJS S3 Ingris
Modifikasi Honda Blade #2
Honda CX650 Jepang
Modifikasi Yamaha Vega
Spesifikasi Suzuki Nex
Akhirnya Suzuki nex Datang
Jangan Sembarang Ganti Spuyer di Motor 4-tak
Modifikasi Honda CB100
Karburator Standar Pilihan

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, January 10, 2012

Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3

Modifikasi Yamaha Jupiter-Z (Jogja)
jupiter-z road race | jupiter-z balap | jupiter-z modifikasi | sigit pdSebenarnya, Yamaha Jupiter-Z geberan Sigit PD ini bermain di kompresi 13,6 : 1. Itu kalau di trek permanen. Maklum, dia kan pembalap IndoPrix (IP). Tapi, karena bermain di sirkuit dadakan yang tidak terlalu panjang, kompresi diturunkan lagi. Itu akibat penggantian gir belakang yang dinaikan. Jika biasanya pakai 14/ 42 mata, di sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang pakai 14/44 mata. Hasilnya, racer asal Jogja ini mampu podium utama di kelas 125 cc Grand Final Yamaha Cup Race 2011 beberapa waktu lalu.

Kompresi diturunkan hingga 13,2 : 1. Karena kalau tidak diturunkan, napas mesin terlalu cepat habis oleh gir yang lebih ringan,” ungkap Heru ‘Kate’ Hardiyanto, selaku tunner tim Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya itu.

Penurunan kompresi ditempuh lewat pemapasan jenong alias dome piston Daytona diameter 55,25 mm yang diandalkan. Berkali-kali, piston dipapas dan diukur lewat alat ukur buret hingga dapat kompresi yang diinginkan.

Sayangnya, pria akrab disapa Pak’De ini tak terlalu mengukur berapa tinggi dome akhir. Tapi, kepala silinder juga ikut dipapas sekitar 0,4 mm. Hitungan ini, tetap dipakai meski ganti head silinder baru.

Selain kompresi, penyesuaian seting juga berimbas ke timing tertinggi pengapian. Untuk limiter diseting di 14.500 rpm. Lalu, timing pengapian yang biasanya dipatok 36º di 9.500 rpm, diturunkan jadi 36º di 8.500 rpm. Ya, turun 1.000 rpm.

Kalau gir ringan, napas mesin jadi cepat habis. Selain itu, penyesuaian juga karena sirkuit yang patah-patah. “Biar dropnya rpm juga tidak terlalu banyak. Jadi cepat mengail rpm lagi,” timpal alumnus fakultas Pertanian UPN Jojga 1990 itu.

Kondisi ini sesuai karakter balap Sigit yang sebenarnya suka gaya rolling speed. Jadi, meski trek patah-patah, tapi doi kadang masih suka gantung rpm dibeberapa tikungan. Bisa dikatakan juga kalau Sigit suka motor yang powernya lembut.
head jupiter-z | piston daytona | noken as jupiter-z | karbu keihin pwk 28Untuk sistem pengapian sendiri, Pak’De lebih andalkan model rotor. Ya, pakai lempengan besi yang bobotnya dibuat jadi 550 gram. Untuk mengimbangi di sebelah kanan, balancer diterapkan hingga 400 gram.

Kompresi di ruang bakar, ditemani pemakaian klep milik Honda Sonic diameter 28 mm (in) dan 23 mm (ex). “Sengaja untuk ex dikecilkan. Sempat jajal klep 24 mm, tapi power masih kurang padat,” bilang pria ramah ini.

Durasi kem bermain di 272º. Itu berlaku buat klep in dan ex. Hitungannya, in 34º + 58º + 180º = 272º. Sedang ex, 58º + 34º + 180º = 272º. LSA (Lobe Separation Angle) bermain di 102º. Ini cocok untuk karakter power menengah-atas. Ya, buat bermain rolling speed.

Pangabut bahan bakar andalkan Keihin PWK 28 mm. Main-jet diseting 108 dan pilot-jet cukup besar. Yaitu, 60. “Karena power motor enteng-enteng, jadi butuh masukan sedikit besar di putaran bawahnya,” tutup Pak’De.

Belum lagi, saluran buang juga andalkan bikin tim sendiri. Ya, knalpot terbaru buat Jupiter-Z merek Yonk Jaya. Oh ya! karena sirkuit dadakan, Sigit lebih PD alias percaya diri untuk pakai stabilizer rangka di bagian underbone. Jadi, tak masalah dengan sasis yang seolah mantul-mantul ketika direm keras.

DATA MODIFIKASI:
Ban : FDR 90/80-17
Sok belakang : YSS
Stabilizer setang : KTC
CDI: Rextor Pro Drag
Knalpot : Yonk Jaya

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300
Paking Tembaga
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #2
AJS S3 Ingris
Modifikasi Honda Blade #2
Honda CX650 Jepang
Modifikasi Yamaha Vega
Spesifikasi Suzuki Nex
Akhirnya Suzuki nex Datang
Jangan Sembarang Ganti Spuyer di Motor 4-tak
Modifikasi Honda CB100
Karburator Standar Pilihan
Spesifikasi Yamaha New Scorpio Z
Modifikasi Yamaha Scorpio Z
Spesifikasi Honda Tiger

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner