Pages

ketik, untuk mencari sesuatu

Wednesday, May 2, 2012

Subtitusi Sil dan Piston Master Rem

sil master rem

Sil berikut piston master rem memang bukan part fast moving. Makanya lama kalau mau ganti. Tapi, bukan berarti nunggu rusak baru diganti. Justru bisa sangat bahaya lantaran lebih sering diabaikan. Sementara komponen ini termasuk vital.

Karena lama gantinya, tidak semua toko onderdil menjual kit piston master rem. Kalau pun ada, paling hanya merek motor tertentu yang populasinya paling banyak. Sementara pemilik motor enggak pasaran mesti lacak kemana-mana.

Nah, biar enggak cape cari part satu ini, Pakai dari produk lain. Contoh punya Kawak Kaze yang bisa dipakai ke beberapa motor, seperti di Honda Supra lama. Atau ke semua varian bebek Suzuki dan Yamaha RX series.

Dipilih punya Kawak Kaze, karena harganya lebih murah. Yang asli Rp 25 ribuan. Tentu dengan kelebihan bisa dia­dopsi ke beberapa merek motor. Makanya part ini dipilih, meskipun sejatinya semua bisa saling tukar dalam kondisi terpaksa.

Maksudnya kalau kit master rem Kaze enggak ada di toko, bisa beli punya punya Supra Series atau bebek Suzuki. Begitu juga sebaliknya, meskipun konsekuensi harga jual agak lebih mahal.

Karena semua bisa saling tukar, pasti cara gantinya enggak jauh beda. Seperti melepas rumah master rem dari setang, slang dan tuas rem, lalu ring klip dibuka agar piston yang didukung pegas bisa keluar dari sangkarnya.

Setelah kit piston master rem diganti, jangan lupa buang angin minyak rem.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Honda Luncurkan Supra X 125 Striping Baru
Modifikasi Honda Supra X 125
Oil Cooler
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Sunday, April 22, 2012

Oil Cooler

Oil Cooler Buat Balap
Oil Cooler Buat Balap, Suhu Stabil Jadi Hemat

Latah BBM naik, pemasangan oil cooler di motor harian bisa bikin hemat BBM. Karena suhu mesin lebih stabil dan adem. Mesin tak ngempos dan part jadi awet!

Di motor balap part ini, dipasang di kedua Honda New Blade spek MP2 milik Astra Motor Racing Team (AMRT). Hasilnya, suhu mesin lebih stabil. Bisa dilihat dari data logger sebelum dan sesudah pakai oil cooler. Ketika main di IP seri pertama di Sentul, suhu mesin Blade bisa mencapai 166º celcius. Itu belum pakai, lho.

Tapi, ketika aplikasi oil cooler di ajang HRC seri awal di Cimahi, Jawa Barat, suhu maksimal bermain di 129º celcius. Apalagi, suhu udara saat itu bisa 35º. “Penurunan suhu cukup signifikan. Performa mesin jadi terjaga. Tapi, sebenarnya tak hanya power, part lain juga jadi awet,” ungkap Benny Djatiutomo, pemilik sekaligus tunner tim AMRT.

Oil Cooler Buat Balap

Terutama yang berkaitan dengan karet-karet. Misalnya, karet tensioner atau karet cover silinder head. Tak ada rembesan oli yang keluar. Juga linner pun cenderung bersih seperti tak ada gesekan.

Tapi yang menarik, pemasangan! Pria akrab disapa Pa’e itu mengaplikasi posisi slang menghadap ke sisi atas. Sementara, biasanya posisi slang menghadap bawah. Ambil contoh di Suzuki Satria FU150.

Tentunya ada maksud dan tujuan. “Ketika menghadap bawah, butuh waktu untuk oli naik ke oil cooler. Itu juga masih tanda tanya. Apakah semua jalur terisi semua. Tapi, kalau pemasangan yang saya lakukan, oli sudah ada di atas. Jadi, oli baru hanya mendorong dan bersirkulasi. Pendinginan juga lebih bagus,” sebutnya.

Aplikasi metode ini, oli mesin yang dipakai juga tak perlu banyak dituang di bak kopling. Caranya, oli mesin tepat pakai sesuai anjuran. Misal, 800 – 900 cc. Lalu, di oil cooler juga disuntik sekitar 150 cc. Ditotal keduanya, bermain dikisaran 1,1 liter.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Sunday, April 15, 2012

Mekanisme Klep Suzuki Satria FU150

klep suzuki satria fu150
Mekanisme kerja klep Suzuki Satria FU150 tak pakai rocker arm atau pelatuk. Tapi, menggunakan tappet yang didukung sim (pelat bundar seperti pil) untuk menyetel kerenggangan klep. Bila tanda top timing gigi sentrik meleset, kadang muncul impact di kepala silinder akibat lambat dan minimnya asupan gas bakar.

Untuk itu harus atur ulang top kompresinya. Pertama, menentukan garis tanda ‘T’ di lubang bak mesin. Kemudian arahkan tanda panah nomer 1 pada gir keteng kem out sejajar bibir tutup klep, diikuti seting tanda panah nomer 2 di gir yang sama ke arah tegak ke atas.

Setelah tanda panah nomer 1 dan nomor 2 posisinya tepat, arahkan tanda panah nomor 3 di gir keteng kem in juga tegak ke atas. Cuma biar gerak kem out dan in seirama, pastikan tanda panah nomer 1 dan nomer 3 memiliki jarak 16 mata rantai keteng.

Kalau sudah pas, tinggal ukur celah klep pakai filler gauge. Cuma berhubung mekanisme klep enggak pakai rocker arm, yang diatur ketebalan sim. Untuk menentukan batas penggantian ketebalan sim, mekanik harus punya tabel. Untuk tahu celah tappet, tebal sim awal dan ukuran sim yang harus diganti.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda New Blade 110R
Tensioner Rantai Keteng Manual
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Thursday, April 12, 2012

Tensioner Rantai Keteng Manual

Tensioner Rantai Keteng Manual, Mantap Tapi Repot
tensioner keteng manual
Ketepatan buka-tutup klep oleh kem tergantung ketegangan rantai keteng. Makanya, rantai kecil di silinder penghubung kruk-as dan kem ini diberi tensioner agar ketegangan stabil. Kendur berakibat suara berisik di silinder, tegang bikin putaran mesin berat.

Ada 3 model tensioner. Manual, semi-otomatis dan full otomatis. Versi manual perlu disetel berkala. Batang penekan diatur menekan rantai sampai ketegangan pas, lalu dikunci mur.

Yang semi otomatis, mudah disetel. Lepas baut pengunci, tekanan per mendorong batang penekan, ketegangan rantai menyesuaikan. Untuk yang full-otomatis di motor baru. Penekan otomatis mendorong kalo rantai kendur. Rusak jika per lemah.

Dari semua model, tensioner full otomatis paling pas buat motor harian. Tapi, untuk balap, biasanya mekanik perlu ketegangan rantai lebih mantap. Makanya mereka pakai tensioner manual.

Kalau motor harian modern pakai tensioner manual, kudu sering setel. Risikonya, mesin berisik, tenaga berat. Apes kalo sebabkan piston tabrakan dengan klep...

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Tips Memilih Karburator Second
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Wednesday, April 11, 2012

Tips Memilih Karburator Second

karburator second | Tips Memilih Karburator Second
Dalam Memilih Karburator Second, Jangan Asal Beli! Ragu dengan kualitas karburator variasi dan mahalnya karburator asli, bisa kok pilih alternatif lain dengan beli karburator seken atau copotan.

Adapun beberapa tipsnya adalah sebagai berikut:

  1. CEK JARUM BERIKUT SKEP

    Tengok bagian dalam. Disini yang perlu diperhatikan kondisi piston dan jarum skep. Bila sudah baret, bisa memicu naik-turunnya skep enggak lancar.

    Juga cek kelurusan jarum skep. Sebab jarum skep berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor di gas dan besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep ini.

    karburator second | Tips Memilih Karburator Second
    Kondisi jarum pelampung rusak bisa bikin karburator sering banjir. Sebab jarum pelampung berfungsi mengatur masuknya bensin dari tangki ke mangkuk karbu.

    Juga Pastikan kondisi pelampung. Pelampung punya tugas mendongkrak posisi jarum agar rapat menutup lubang. Aliran bensin dari tangki pun dibendung.

    Agar tidak salah beli, lihat keduanya. Bisa dicek kondisinya dengan cara meniup lubang aliran bensin dan ditahan jarum dengan cara mengangkat pelampungya. Kalau angin tembus, bensin pun bocor.

  2. FISIK KARBURATOR Pastikan fungsi dan kondisi fisik karburator dengan cara mengecek ulir setelan gas dan angin agar motor bisa langsam. Juga sekrup trhottle screw yang berfungsi menyetel posisi skep.

    Lalu cek lubang venturi. Hindari membeli yang sudah direamer. Pastikan juga baut mangkuk karbu dan keran bensin, apakah masih bagus.

    karburator second | Tips Memilih Karburator Second
    Lubang pilot dan main-jet harus berfungsi normal dan ulirnya masih bagus. Sebab jika ulirnya dol, main-jet dan slow jet tidak bisa dipasang.

    Jika spuyer dimasukkan ke rumahnya terasa longgar, berarti kondisinya sudah tidak bagus.

  3. KARBURATOR KW2

    Karbu KW2 sebutan karburator non orisinal dan kerap dijajakan dengan harga miring. Mutunya paling rendah dan jika diaplikasikan ke motor pasti aneh juga susah diseting.

    Untuk mengenali ciri karburator ini, biasanya bahannya lebih enteng, gak ada part number dan lebih terang.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC
Adu Kecanggihan Shockbreaker
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Thursday, April 5, 2012

Adu Kecanggihan Shockbreaker

shockbreaker | suspensi | Adu Kecanggihan Shockbreaker

Salah jika beranggapan road race cuma mengadu kencang mesin atau pembalap jago dengan nyali tinggi. Justru balapan di sirkuit yang berliku-liku juga mengadu ketenangan. Sebab, besar tenaga, tinggi putaran mesin dan secanggih apapun si joki, belum jaminan juara. Mereka malah bakal jumpalitan jika motornya tidak bisa tenang. Diam dari getaran dan anteng dari guncangan. Makanya, perang suspensi (shockbreaker) juga terjadi di arena balap.

Adu ketenangan motor sudah jadi pokok dari semua usaha mekanik dan pembalap. Suspensi pengaruh banget saat menikung. Kecepatan saat masuk atau keluar tikungan sangat tergantung suspensi. Dan suspensi juga harus disetel sesuai gaya balap si joki dan karakter sirkuit.

Perang suspensi yang sejak dulu terjadi, pun terlihat pada seri I IndoPrix 2012 di Sirkuit Internasional Karting, Sentul. Masing-masing tim memilih sendiri obat penenang motor mereka.

Benny Djatiutomo yang kini di Honda, amat percaya performa Ohlins. Sejak lama ia memakai peredam kejut bikinan Swedia itu. Sokbreker belakang yang semula dipakai di Jupiter-Z dan kini pindah ke Supra dan Blade.

Tapi, sebab Ohlins gak bikin sokbreker khusus bebek balap, Benny pesan setelan khusus dari produk yang ada. "Valvenya dimodifikasi biar mekanisme rebound dan compress sesuai kebutuhan motor bebek dan pembalapnya. Itu pun, disetel lagi agar pas dengan gaya rider dan sirkuitnya," urai bos tim Honda, Astra Motor Racing Team yang dibela Denny Triyugo dan Wawan Hermawan.

Dari Yamaha, banyak model suspensi bisa dipilih tim-tim Garputala. Kayak Daytona dan YSS. Salah satu tim yang sukses di seri I IP, Yamaha Yonk Jaya pilih sokbreker belakang YSS tipe 280 TRW seharga Rp 14 juta. "Pernya bisa gonta-ganti. Ada per hard, medium dan soft," jelas Sui Kiong alias Koh Yonk, si bos tim.

YSS 280TRW punya tabung yang di dalamnya punya 2 rongga isi gas untuk atur kekerasan. Hendriansyah dan Irwan Ardiansyah pun percayakan Jupiternya pakai produk Mitra 2000 ini.

"Nyetelnya pun gampang. Tombol bawah untuk rebound ada 64 klik. Tombol atas mengatur kekerasan kompres," jelas Heru K. T., mekanik Yonk Jaya yang menyetel rebound di klik ke 36 untuk besutan Sigit P. D., dan Florianus Roy saat di Sentul Kecil kemarin.

Lain tim Kawasaki Manual Tech, asuhan Ibnu Sambodo yang pakai Daytona tipe A1024. Ia ogah dipusingin fitur di sokbreker buat Edge milik Yudhistira dan Gupito Kresna. "Seting rebound dan compress penting dan berguna. Tapi, saya diajari mekanik Showa. Di bebek, yang penting kekerasan per fork dan sok sudah pas, cukup!" ujarnya.

Daytona A1024 sangat simpel. Kekerasan per bisa disetel dengan putaran tahanannya. Kalau rebound dengan memutar klik di bagian bawah sokbreker.

Terakhir, tim Suzuki Cargloss AHRS. Si joki tunggal, Harlan Fadhillah dibekali sokbreker canggih dari Showa-Yoshimura. Menurut Hasyim Sonedi yang menukangi tunggangan Harlan, sokbreker ini aslinya bikinan Showa. Tapi, kemudian dimodifikasi lagi Yoshimura.

"Sokbreker ini lebih mudah disetel. Kekerasan per dan valve di tabungnya juga sudah disesuaikan dengan karakter pasar senggol dan bobot motor bebek. Juga punya beberapa pilihan kekerasan per, kayak Ohlins dan YSS," jelas Hasyim.

Yang mencengangkan, ada kabar, suspensi Showa-Yoshimura ini menguras dana tim Suzuki Cargloss AHRS hingga Rp 30 juta sepasang! Dan, sokbreker ini dibawa khusus oleh teknisi Yoshimura untuk Suzuki Smash.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Posisi Top di Motor Matik
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Wednesday, April 4, 2012

Posisi Top di Motor Matik

Posisi Top di Motor Matik
Mencari top (T) atau tanda di mana kepala piston ada di puncak (Titik Mati Atas = TMA) dan kedua pelaktuk klep dalam keadaan bebas. Di motor bebek atau sport termasuk yang paling mudah. Sebab tanda itu bisa dilihat dari lubang intip yang biasanya ada di bak mesin sebelah kiri atau bak magnet.

Cara melihatnya tinggal mengendurkan baut penutup lubang intip pakai kunci ring 14. Dari situ, tanda top yang terukir di lingkar luar magnet dapat terlihat jelas. Hanya dengan memutar posisi searah jarum jam atau sebaliknya. Jika tanda T dan posisi pelatuk klep bebas, artinya benar-benar top yang pas. Berbeda jika piston atau seher di atas tapi pelatuk diraba masih keras atau tidak goyang. Itu menandkan klep masih dalam posisi membuka. Posisi begitu bisa diartikan sedang overlap.

Rada repot kalau mau cari tanda (T) di mesin matik. Selain terlindung bodi skubek yang matik itu, mesin juga dicover plastic hitam yang bertugas sebagai rumah aliran angin hasil putaran kipas engine. Makanya buat yang awam sama mesin matik, agak sulit mencari di mana keberadaan tanda T-nya.

Di matik memang tidak ada lubang intip tanda (T) seperti di bebek atau sport. Namun tanda itu bisa kita lihat hanya dengan membuka cover kipas mesin yang rata-rata ada di sebelah kanan. Kita pun mesti cerdas melihatnya.

Karena tanda top di matik itu enggak bisa dilihat dari lubang. Apakah huruf T di magnet sejajar dengan garis yang ada pada lubang intip. Tapi, tanda top di magnet matik mesti sejajar dengan tanda panah atau segitiga yang umumnya tertera pada crankcase (gambar 1 di atas).

Biar bacanya mudah, selain buka cover bodi kanan tutup kipas yang diikat 4 baut juga mesti dibuka. Cuma biar memutar magnetnya gampang, kipas jangan dilepas atau bisa menggunakan kunci sok untuk memutarnya. Apalagi kalau busi ikutan dilepas biar putarannya ringan.

Posisi Top di Motor Matik
Jika magnet serta kipas sudah terlihat jelas, untuk menentukan posisi top, klep in-out bebas dan seher berada di TMA, ada baiknya gunakan bantuan obeng panjang untuk menentukan patokannya. Kalau piston tepat di atas, kedua klep bebas dan posisi top magnet dengan tanda panah lurus, artinya timing pengapian tidak ada masalah.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, April 2, 2012

Saluran Pembuangan di Aki Yamaha Mio

aki mio
Yamaha Mio mengaplikasi aki tipe basah sebagai sumber listrik di skubek 113,7 cc itu. Begitunya aki basah dilengkapi lubang pembuangan. Oleh karena itu, Ini perlu perhatian lebih!

Sebagai saluran pembuangan dari lubang di aki, Mio aplikasi slang pendek tambahan buat disalurkan lagi ke lubang pembuangan yang jadi kesatuan di boks bagasi. Barulah dari lubang buang di boks bagasi tadi, disalurkan slang panjang hingga bawah atau keluar melalui dek.

Tapi, ketika slang tambahan itu hilang atau lepas, maka proses buangan cairan jadi tak sempurna. Apalagi cairan itu bukan sekadar cairan. Tapi, hasil penguapan akibat aki dialiri arus listrik. Kandungan elektrolit yang terdiri dari asam sulfat itu bisa bikin korosi.

Biasanya Kalau slang tidak ada, pembuangan cairan jadi rembes kesisi aki dan terus turun hingga ke baut pemegang boks. Bahkan, sampai membasahi sasis dan bikin karat.

Beberapa solusi bisa ditempuh. Mulai penambahan slang pembuang sekitar 2 cm sebagai penyambung, hingga ganti aki tipe kering.

Ganti aki kering, karena aki ini tak memiliki lubang pembuangan layaknya aki tipe basah. Jadi, tak perlu kuatir cairan keluar dan basahi rangka.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda Astrea 800
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, March 27, 2012

Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC

Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC, pakai kiprok Honda Tiger
Ubah Kelistrikan Yamaha Mio Jadi DC pakai kiprok tigerYamaha Mio punya sistem penerangan lampu tipe AC. Ketika aplikasi lampu HID (High Intensity Discharge), maka aki di skubek berkapasitas 113 cc itu bisa saja tekor. Apalagi, arus pengisian aki dari kiprok belum tentu kuat dan stabil buat suplai arus besar yang dibutuhkan sistem lampu HID. Maka itu, sistem kelistrikan kudu diubah jadi DC.

Cara ubah sistem kelistrikan itu bisa tempuh lewat penggantian kiprok. Cukup ganti kiprok Yamaha Mio dengan kiprok Honda Tiger. Tapi, harus teliti merangkainya.

Itu karena rangkaian di kiprok Tiger punya lima terminal kabel. Di bagian atas ada tiga. Terminal di sisi paling kiri atas, dihubungkan ke kabel merah (aki Mio), trus ke kunci kontak. Lalu, terminal bagian tengah atas arus balik dari kunci kontak ke kiprok (kabel cokelat). Terminal paling kanan, untuk masa (ground). Sedangkan di bagian bawah, ada dua terminal. Kedua terminal ini, punya fungsi sama. Yaitu, buat arus dari sepul. Lebih jelas lihat gambar rangkaian di atas.

Tapi, ketika dipasang di Mio, tentu butuh penyesuaian lagi. Terutama, dari terminal yang di bagian bawah. Karena kalau bagian atas, fungsinya sama.

Dari Mio, buat antar arus ke kiprok pakai kabel warna putih, hitam dan kuning. Nah, ketika dipasang ke kiprok Tiger, hanya dua kabel yang dipakai. Yaitu, hitam dan putih. Kedua kabel ini mengambil tempat di terminal bagian bawah. Posisi kabelnya bebas pilih. Mau yang hitam disisi kiri atau kanan juga bisa.

Lewat metode ini, sistem kelistrikan menjadi fullwave. Tapi, agar pengisian aki makin enggak tekor, selain ganti kiprok Honda Tiger, bisa juga andalkan regulator tambahan. Misalnya, bikinan VRT (Violeta Rumble Team).

Fungsinya buat mengatur dan meregulasi pengisian dan sistem charging. Harga tergantung untuk motor apa. Misal, buat Honda Vario Rp 400 ribu, Yamaha Mio Rp 350 ribu. Itu termasuk ongkos pasang.

Tentunya melalui pemasangan rangkaian kabel yang benar dan penambahan part seperti regulator, bikin kebutuhan listrik terpenuhi. So, tak ada istilah lagi aki tekor.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Friday, March 9, 2012

Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze

Honda Blade Pakai Tensioner Keteng Kaze | tips honda bladeHonda Blade dipakai balap dengan rpm mesin tinggi, kurang tahan kalau hanya mengandalkan tensioner standar. Nggak tahan gesek dan panas, roller berlapis karet khusus itu cepat terkikis bahkan bisa sampai jebol.

Alhasil daya tekan tensioner ke rantai keteng kurang maksimal. Timing pengapian terganggu lantaran tak lagi presisi. Tenaga motor kedodoran, seperti yang banyak dialami tim Honda waktu turun balap.

Biar kuat di ajak balap, part vital ini dimodifikasi. Caranya mengganti penekan model roller dengan batang seperti motor umumnya. yaitu menggunakan batang penyetabil rantai sekaligus tensioner Kawasaki Kaze.

Yang lama dicopot. Lalu batang penyetabil Kaze dibuat dudukan berupa as dari baut tepat dibalik posisi roller aslinya. Sedang ujung batang masuk ke blok silinder, biar rantai bisa ditekan saat berputar.

Adapun untuk posisi pasang tensioner yang bertugas menekan rantai keteng saat berputar, membuat lubang dudukan di blok silinder. Tepatnya di bagian sisi kiri atau yang mengarah ke ruang rantai keteng. Tidak lupa, tensioner dikin dudukan lubang ulir sebagai pengikatnya.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Yamaha mio
Karat di Karburator Vakum
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Sunday, March 4, 2012

Karat di Karburator Vakum

skep karburator vakum | karat di karburator vakumTips kali ini akan membahas mengenai karat yang suka menempel di karburator vakum. Ini sangat penting bagi anda khususnya pemilik motor yang menggunakan karburator vakum.

Mungkin bagi anda yang jarang melakukan servis, harus memperhatikan hal ini. Jika terlalu lama tidak diservis karet vakum karburator CV (Constant Velocity) pastinya jarang dibongkar. Dan akibatnya skep karbu akan jadi bermasalah. Kotoran dari debu yang menempel, menyebabkan karat di skep. Efeknya gerak naik-turun skep jadi terhambat dan rpm mesin akan sulit dikontrol. Tarikan gas pun akan terasa berat.

Nah, kalau bodi piston skep sudah ditimbuni kerak dan permukaan jadi kasar, biasanya gerak naik-turun jadi terganggu. Tunggangan jadi enggak stabil di rpm bawahnya. Lantaran akselarasi dan deselarasi jadi lambat dibuatnya.

Untuk itu disarankan untuk segera dibersihkan sekaligus diratakan. Langkah pertama adalah membersihkan tumpukan karat dipermukaan piston skep pakai ampelas paling halus. Namun awas jangan sembarang ampelas. (jangan menggunakan ampelas kasar).
skep karburator vakum | karat di karburator vakumTapi, kalau mau permukaannya lebih rata, bisa juga gunakan pasta khusus yang dapat meratakan permukaan piston lebih halus lagi.

Atau sebisa mungkin jangan menggunakan ampelas. Lebih aman pakai kertas koran dicampur pasta pembersih bodi motor yang kuning itu lho, atau bisa juga pakai kumpon...

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Hati-hati Saat Oversize Piston
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, February 27, 2012

Hati-hati Saat Oversize Piston

oversize piston | bore-up pistonPerhatikan saat akan oversize liner silinder. Jika dikerjakan tukang bubut sembarangan, dinding atas-bawah permukaan seher enggak rata alias miring. Dapat timbulkan gejala ngelitik, getar dan piston sering macet. sudah banyak kejadian yang seperti itu.

Bisa begitu karena ketika seher panas dan memuai, celah yang sempit bikin gerak piston jadi berat dan seret. Apalagi ditambah proses pembesaran liner yang miring.

Makanya ada beberapa syarat penting. Paling dasar, konsumen mesti bawa seher pengganti ukuran lebih besar dari standar berikut blok silinder. Karena seher lama untuk patokan tukang bubut.

Minta dibuat celah ideal 0,03~0,05 mm. Biar enggak kerja dua kali, periksa kelancaran gerak seher di dalam liner silinder baru. Caranya, seka minyak atau oli di liner dan seher sampai kering.

Lalu masukkan seher ke lubang liner sambil ditekan perlahan. Bila seher ditekan terlalu paksa, minta ke tukang bubut untuk segara di huning ulang sampai lancar.

Terakhir, lihat celah sekeliling bibir liner yang di dalamnya terdapat seher. Lewat pancaran cahaya, bila sinar disekeliling tidak rata, jangan segan-segan dipoles ulang. Karena tidak timbulnya cahaya, menandakan celah antara seher dengan liner terlalu rapat.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Honda Astrea Grand
Maksimalkan Puli CVT Belakang
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Wednesday, February 22, 2012

Maksimalkan Puli CVT Belakang

puli cvt belakang matikPerforma motor matik, tidak hanya ditentukan oleh puli CVT depan. Tapi, peran part yang ada di puli belakang juga bisa dimainkan demi hasil maksimal. Tentunya, agar akselerasi makin sesuai keinginan.

Seperti alur lubang pin di secondary sliding sheave. Banyak produsen part racing yang tawarkan seting akselerasi lewat part ini. Yaitu, adanya pilihan kontur atau bentuk lubang pin. Tapi sayang, part ini hanya terbatas di satu merek skubek aja. Ya, di Mio. Part aftermarket yang ditawarkan produsen, memiliki 6 lubang. Sedang part standarnya, hanya 3 lubang.

Karena adanya 6 lubang, maka karakter akselerasi yang ditawarkan ada 2 pilihan. Lubang berbentuk lurus, memberikan akselerasi spontan dari bawah-atas. Kalau model yang seperti lambang petir, itu seperti lubang standar. Ada coakan. Powerband lebih lebar karena sempat lama di rpm tengah.

Karakter keduanya bisa disesuaikan, tergantung kebutuhan. Misalnya buat di trek lurus 201 meter. Pilih model standar agar napas tak cepat habis. Tapi, kalau di balap matic race, agar motor cepat teriak, bisa pilih yang model lurus.

Selain secondary sliding sheave, permainan di bagian per juga turut menunjang. Di pasaran, terdapat part aftermarket yang memiliki berbagai tingkat kekerasan.

Misalnya, per klep keras. Buat akselerasi dipacuan bertenaga besar, pegas keras ini cocok digunakan buat kejar putaran bawah. Tapi efeknya, top speed yang dikorbankan. Berbeda jika pakai per lembut. Maka belt akan terus naik hingga ke ujung maksimal puli.

Tak tertinggal, kampas kopling. Banyak juga tawaran bahan yang dipakai agar cengkraman maksimal. Misal, kampas yang bahannya dicampur karbon atau kuningan. Efeknya, kampas jadi jauh lebih menggigit mangkok kopling.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Tuesday, February 21, 2012

Efek Pasang Busi Panjang di Head Ulir Pendek

busi panjangBusi ada yang ulirnya panjang, juga pendek. Biasa disebut, busi kepala pendek atau kepala panjang. Masing-masing punya tujuan. Salah pakai bisa bikin mesin tak maksimal.

Soal ini, menurut Dodi Hardianto, manajer marketing PT Denso Indonesia dan Handy Hariko dari PT Astra Honda Motor, mengikuti desain mesinnya. Biasanya mengikuti ketebalan kepala silinder. Supaya ujung elektroda persis rata dengan kubah. Jadi hanya bagian massa yang menonjol.

Namun, Dodi dan Handy paham ada biker yang coba berinovasi. "Mereka memasang busi kepala panjang di mesin yang harusnya pakai busi kepala pendek. Tapi, jarang busi kepala pendek dipasang ke mesin yang menuntut busi kepala panjang," sebut keduanya.

Memasang busi kepala panjang di cylinder head ulir pendek, biasanya bertujuan mendekatkan letikan api. "Selain itu, ingin menambah perbandingan kompresi. Dengan harapan menambah tenaga mesin," sebut Handy.

Diakui Handy, tujuan itu mungkin tercapai. Tapi kata Handy, perubahannya takkan banyak. Bahkan, nyaris tidak terasa! Karena kepala busi yang nongol tidak akan terlalu banyak.

Justru cara ini harus diwaspadai. "Sebab, kepala busi yang terlalu nongol di dalam kubah kepala silinder punya resiko mentok kepala piston saat di titik mati atas (TMA). Bisa juga beradu dengan payung klepnya," ujarnya.

Jadi, jika terpaksa menggunakan busi kepala panjang di mesin mestinya pakai busi kepala pendek, Handy menyarankan untuk mengganjalnya dengan ring busi. "Pokokya kepala busi tidak melebihi kubah," tegasnya.

Sebaliknya, jika memaksakan pakai busi kepala pendek dari yang seharusnya panjang, berakitbat elektroda busi mendem di liang busi. Ini membuat percikan api tidak bisa membakar sempurna.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #4
Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Monday, February 13, 2012

Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep

Sudut Antara Batang Klep dan Payung Klep
Untuk keperluan balap, banyak yang mengaplikasi klep lebar. Apalagi yang sudah main bore up besar-besaran. Mengimbanginya harus menggunakan klep yang sangat lebar. Contohnya Seperti kepunyaan mobil.

Memakai klep mobil boleh saja. Tapi, perhatikan sudut antara batang klep dengan payung klep. Biasanya klep punya mobil sudutnya sangat tajam.

Klep yang sudutnya tajam, membuat aliran gas bakar tidak smooth. Atau alirannya bisa stag dan seperti tertahan. Berdasarkan pengukuran menggunakan flowbench, membuat cfm atau debit gas bakarnya berkurang.

Untuk mengatasi itu, sudutnya harus diatur ulang. Bisa menggunakan mesin bubut biasa. Dibikin landai agar aliran gas bakar lebih lancar.

Seperti terlihat pada gambar. Klep sebelah kiri sudut antara payung dengan batang klep begitu tajam. Kalau bisa, jangan memilih klep seperti ini.

Sedangkan klep sebelah kanan lebih oke. Sudut pertemuan antara batang klep dengan payung klep landai. Meski resiko klep jadi berat lantaran gendut, tapi permukaan bawah yang menghadap ruang bakar ditipiskan.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Modifikasi Suzuki Shogun 125
Untung Rugi Batang Klep Kecil
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300
Paking Tembaga

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner

Wednesday, February 1, 2012

Untung Rugi Batang Klep Kecil

batang klep | tips merubah klepSekarang banyak beredar klep batang kecil. Misalnya muncul klep batang 4,5 mm. Memang menguntungkan karena klep jadi lebih ringan. Debit gas bakar juga lebih lancar. Namun banyak yang riskan batangnya patah. Makanya tetap banyak yang menggunakan batang 5 mm.

Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan flowbench, batang kecil pengaruhnya juga kecil. Antara klep batang 4,5 mm dan 5 mm bedanya hanya 1 cfm.

Nah, daripada takut menggunakan klep 4,5 mm lebih baik mengikis dinding porting bagian lain. Agar hasil cfm sama antara klep batang 4,5 mm dan 5 mm.

Atau tetap menggunakan klep 5 mm namun kikis batangnya yang menghalangi lubang porting. Aman.

Referensi: motorplus.otomotifnet.com

Informasi Menarik Lainnya:
Review SuksesIklan.Com
Modifikasi Honda Mega Pro
Teknik Korek Lubang Porting Baru
Modifikasi Yamaha Fino
Teknologi Suzuki Nex
Ring Tembaga
Modifikasi Yamaha Nouvo-Z
Yamaha Mio Injeksi
Modifikasi Suzuki Satria F-150
Paking Alumunium
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #3
BSA Rocket 3 Inggris
Paking Knalpot Balap
Modifikasi Honda Scoopy
Honda Scoopy SH300
Paking Tembaga
Modifikasi Yamaha Jupiter-Z #2
AJS S3 Ingris

Jangan Lupa, Masukan email anda untuk mendapatkan informasi Terbaru Seputar Motor atau Artikel Menarik Lainnya dari blog ini


Setelah klik BERLANGGANAN, cek email anda lalu ikuti link untuk verifikasi

Delivered by FeedBurner